Gara-Gara AI, Aktor China Banting Setir Jualan Sayur di Desa

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 24/07/2026 09:25 WIB
Foto: (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri hiburan China. Salah satu korbannya adalah aktor Xu Peng, yang kini harus kembali ke kampung halamannya dan berjualan sayur setelah kehilangan pekerjaan akibat maraknya produksi drama pendek berbasis AI.

Xu Peng, aktor berusia 30 tahun lulusan Central Academy of Drama, sebelumnya dikenal luas lewat perannya sebagai karakter CEO dingin dalam drama pendek vertikal format hiburan yang sangat populer di China.

Melansir Channel News Asia, Jumat (24/7/2026), Xu sebenarnya telah membintangi sejumlah serial televisi. Namun, saat tren drama mikro meledak pada 2025, ia memutuskan beralih ke produksi drama pendek atas saran para penggemarnya.

Keputusan itu sempat membuahkan hasil. Kemampuan aktingnya membuat Xu terus mendapat peran utama. Pada puncak kariernya, ia bahkan menjalani syuting hingga 15-16 jam setiap hari dengan jadwal yang padat.

Namun situasi berubah drastis dalam waktu singkat ketika AI mulai mengambil alih proses produksi. Laporan menyebutkan, pada kuartal I-2026 terdapat sekitar 128.000 drama pendek yang dirilis di China.

Xu Peng. (Ist Tangkapan Layar) Foto: Xu Peng. (Ist Tangkapan Layar)

Dari jumlah tersebut, sekitar 122.000 judul diproduksi menggunakan AI atau lebih dari 95% dari seluruh drama pendek baru. Akibat perubahan tersebut, Xu Peng kehilangan seluruh pekerjaannya sebagai aktor.

Setelah menyelesaikan proyek drama pendek terakhirnya awal tahun ini, ia meninggalkan Hengdian, Provinsi Zhejiang, yang dikenal sebagai pusat industri film dan televisi China, lalu kembali ke kampung halamannya di Provinsi Shandong.

Kini, Xu membantu kakeknya berjualan sayur di pasar tradisional. Dari sebelumnya berdiri di depan kamera, ia kini mengendarai kendaraan listrik keluarga menuju pasar dan menjajakan hasil panen di bawah terik matahari.


Kepulangannya sempat mengejutkan kerabat. Bahkan sejumlah penggemarnya datang ke pasar hanya untuk berfoto dengannya. Meski mengalami perubahan besar dalam karier, Xu mengaku tetap menerima kenyataan tersebut.

"Menjadi aktor hanyalah sebuah profesi. Jika tidak ada pekerjaan akting, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya memperoleh penghasilan dengan cara yang jujur melalui kerja keras sendiri, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya lewati," ujarnya.

Ia juga menegaskan dirinya belum benar-benar meninggalkan dunia hiburan. "Meski profesi saya berubah, saya tetap orang yang sama," katanya.

Xu Peng bukan satu-satunya aktor yang terdampak perkembangan AI. Media China melaporkan, ledakan produksi drama pendek berbasis AI telah memengaruhi hampir 2 juta lapangan pekerjaan di industri tersebut.

Sebelumnya, aktor papan atas drama pendek dapat memperoleh bayaran hingga 20.000 yuan atau sekitar Rp45,4 juta per hari (kurs Rp2.270/yuan). Kini, banyak di antara mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan meski hanya dibayar 1.200 yuan atau sekitar Rp2,72 juta per hari.

AI kini digunakan hampir di seluruh tahapan produksi, mulai dari penulisan naskah, pembuatan karakter digital, hingga proses penyuntingan. Dengan teknologi tersebut, sebuah drama pendek dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding produksi menggunakan aktor manusia.

Meski demikian, Xu belum menyerah mengejar mimpinya di dunia seni peran. Ia berencana membuka program pelatihan akting sekaligus tetap memproduksi drama pendek yang diperankan manusia. Menurutnya, ancaman AI terhadap industri kreatif kini menjadi kenyataan yang sulit diabaikan.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar