Dokter Ungkap Tanda Awal Penyakit Liver yang Mirip GERD/Asam Lambung

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 17/07/2026 09:30 WIB
Foto: Ilustrasi. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan organ hati atau liver kerap berkembang tanpa disadari. Liver, seperti kita ketahui, memiliki peran penting dalam membantu pencernaan, membuang racun dari tubuh, hingga memproses nutrisi. Tapi ketika fungsinya terganggu, tubuh biasanya mulai menunjukkan sejumlah gejala yang tidak boleh diabaikan.

Dokter spesialis anestesi dan manajemen nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, membagikan lima tanda awal gangguan hati. Berikut gejalanya dikutip dari Hindustan Times, Jumat (17/7/2026):

1. Mudah lelah sepanjang waktu

Dr. Sood bilang, rasa lelah yang terus-menerus merupakan salah satu gejala paling umum pada penyakit hati kronis.

Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan enzim hati, tetapi juga dapat dipicu oleh perubahan sinyal di otak, peradangan, penurunan massa otot, gangguan tidur, anemia, hingga menurunnya kemampuan tubuh untuk beraktivitas.


2. Sering mual atau kehilangan nafsu makan

Hati menghasilkan empedu yang berfungsi membantu proses pencernaan lemak. Ketika organ ini mengalami gangguan, proses pencernaan pun ikut terganggu.

"Pengosongan lambung yang lebih lambat, peradangan, perubahan indera perasa, perut kembung, hingga penurunan nafsu makan menjadi faktor yang dapat memicu mual dan berkurangnya asupan makanan," kata Dr. Sood.

3. Mata atau kulit menguning

Perubahan warna mata atau kulit menjadi kuning merupakan tanda penyakit kuning atau jaundice. Kondisi ini terjadi ketika bilirubin menumpuk karena hati tidak mampu memproses atau mengeluarkannya secara normal.

Dr. Sood mengatakan, jaundice dapat disebabkan oleh penyakit hati, kerusakan sel darah merah yang berlebihan, maupun penyumbatan saluran empedu.

"Jika penyakit kuning baru muncul atau semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan medis," ujarnya.

4. Mudah memar atau berdarah

Hati berperan memproduksi berbagai protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah serta membantu mengatur produksi trombosit.

Ketika fungsi hati menurun, tubuh menjadi lebih mudah mengalami memar maupun perdarahan yang tidak normal, terutama jika disertai mimisan, gusi berdarah, atau tinja berwarna hitam.

5. Bengkak di kaki atau perut

Dr. Sood menjelaskan jaringan parut pada hati dapat meningkatkan tekanan pada sirkulasi portal sehingga memicu penumpukan cairan di kaki maupun rongga perut.

Kondisi tersebut juga dapat diperparah apabila kadar albumin rendah. Albumin merupakan protein yang membantu menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah.

Meski demikian, Dr. Sood mengingatka gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan seseorang mengalami penyakit hati. Ia menyarankan masyarakat segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan yang menetap atau semakin memburuk agar penyebabnya dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Veddriq & Desak Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026