Ahli Temukan Obat Obesitas Bisa Pangkas Berat Badan hingga 28%

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 13/07/2026 17:05 WIB
Foto: Ilustrasi obesitas (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan berat badan, tetapi juga berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol, yang bisa memicu penyakit serius penyebab kematian dini.

Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan tingkat obesitas tertinggi di kawasan ASEAN. Berdasarkan data terbaru World Obesity Federation's Global Obesity Observatory, prevalensi obesitas di Indonesia mencapai 11,52% yang menempatkannya di posisi kelima di antara 11 negara Asia Tenggara.

Mengutip laporan CNBC International, kabar baiknya saat ini para ahli menemukan terapi baru untuk penderita obesitas. Salah satu perkembangan terbaru datang dari presentasi data dalam European Congress on Obesity (ECO) 2026, yang menunjukkan bahwa sebagian pasien yang menggunakan Wegovy dosis 7,2 miligram mampu mengalami penurunan berat badan rata-rata hingga 27,7 persen setelah menjalani terapi selama 72 minggu.


Meski demikian, hasil tersebut memiliki sejumlah keterbatasan. Penurunan berat badan sebesar 27,7% hanya terjadi pada sekitar 1 dari 4 pasien yang menunjukkan respons cepat terhadap terapi, sehingga tidak semua pengguna dapat mengharapkan hasil serupa.

Pasien yang tidak termasuk kelompok "early responders" tetap mengalami penurunan berat badan yang bermakna secara klinis, yakni rata-rata 15,4%.

Dr. Dror Dicker, Associate Clinical Professor of Internal Medicine dari Tel Aviv University, menegaskan bahwa hasil yang berbeda ini adalah hal yang lumrah dalam dunia medis. Menurutnya, penurunan berat badan pada kelompok yang tidak merespons cepat pun (15,4%) tetap masuk kategori substansial dan bermakna secara klinis. 


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Veddriq & Desak Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026