Internasional

Kocak! Trump Tak Tahu Arti Kartu Merah, Sebut Wasit Pildun 2026 Curang

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 20:40 WIB
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi penjelasan soal kenapa ia menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kartu merah yang diberikan kepada striker tim nasional putranya, Folarin Balogun. Ini terjadi dalam laga pertandingan Piala Dunia 2026 babak 32 besar lalu, saat AS melawan Bosnia-Herzegovina.

Balogun, penyerang bintang AS dengan tiga gol di turnamen tersebut, menerima kartu merah karena menginjak pergelangan kaki kanan Tarik Muharemovic dari Bosnia-Herzegovina pada hari Rabu. Ini memicu skorsing satu pertandingan otomatis.


"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan. Saya tidak mengatakan, Anda harus melakukan ini," kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih pada hari Senin waktu setempat, dikutip ESPN, Selasa (7/7/2026).

"Pria ini adalah pria yang cerdas dan tangguh, Gianni Infantino. Dia adalah pria yang cerdas dan tangguh, dan reputasinya telah meroket karena pekerjaan yang telah dia lakukan sangat bagus. Saya merasa kita harus memiliki semua pemain terbaik di lapangan," tambahnya.

Trump pun menjelaskan bahwa awalnya ia tidak tahu apa itu kartu merah atau apa konsekuensinya. Ketika ia mengetahui bahwa kartu merah dapat membuat Balogun absen dari pertandingan hari Senin melawan Belgia, Trump mengatakan ia merasa perlu untuk campur tangan.

"Itu sangat tidak adil," katanya lagi.

"Bagaimana Anda menghukum mereka untuk pertandingan yang belum dimainkan?" tambahnya.

Ia mengatakan kartu merah, yang dikeluarkan adalah keputusan yang "mengerikan". Ia mengatakan melihat tayangan ulang yang diperlambat, membuatnya "terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya".

"Saya tidak berpikir itu pelanggaran," kata Trump.

"Saya pikir itu adalah dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling terjerat," jelasnya.

"Saya melihat pertandingan itu, dan saya adalah orang yang menyukai olahraga... itu bukan pelanggaran. Itu bahkan bukan pelanggaran ringan...."

Ia pun kemudian menyalahkan wasit. Menurutnya wasit bertindak mencurigakan.

"Jika Anda memeriksa rekam jejaknya... Dia membuat keputusan yang tidak dapat dipercaya siapa pun...," ujarnya.

"Dia adalah pemain terbaik kami, atau salah satu pemain terbaik kami. Dan dia memberinya kartu merah. Saya tidak tahu apa artinya itu," tambahnya.

"Ya, saya meminta peninjauan oleh FIFA. (Balogun) tidak melakukan kesalahan apa pun, dan dia adalah pemain terbaik kami atau salah satu pemain terbaik kami."


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Gara-gara Trump, Larangan Bermain Folarin Balogun Dicabut FIFA