Kucing Bisa Kena Penyakit Ginjal, Kendali Gejalanya!

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 09/07/2026 10:00 WIB
Foto: Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering menyerang kucing, terutama yang telah memasuki usia lanjut. Jika tidak ditangani sejak dini, penyakit ini dapat berkembang menjadi kronis dan mengancam kualitas hidup hingga keselamatan hewan peliharaan.

Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor mengatakan, gangguan ginjal pada kucing meliputi penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) hingga batu ginjal (nefrolitiasis). Kondisi tersebut bahkan lebih sering ditemukan dibandingkan diabetes maupun penyakit jantung pada kucing berusia lanjut.

Prof Ronny mengatakan, gangguan ginjal dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari paparan zat beracun seperti tanaman lili, cairan antibeku (antifreeze), hingga obat-obatan manusia. Selain itu, infeksi, trauma, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan hipertiroidisme juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal pada kucing.

"Gejala gangguan ginjal biasanya berkembang secara perlahan dan baru terlihat ketika fungsi ginjal sudah menurun cukup signifikan," ujar Prof Ronny dalam keterangannya dikutip dari laman resmi IPB University, Kamis (9/7/2026).

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai, kata ia, antara lain kucing menjadi lebih sering minum, perubahan frekuensi buang air kecil, gangguan pencernaan, muntah, berat badan turun, gusi kering, kulit kehilangan elastisitas, mata tampak cekung, hingga napas berbau amonia.

"Pemilik kucing untuk memperhatikan perubahan kebiasaan minum dan buang air kecil. Jika terjadi peningkatan yang tidak biasa, sebaiknya segera membawa kucing ke dokter hewan," kata ia.

Ia juga menyarankan pemeriksaan darah dan urine secara rutin, terutama bagi kucing yang telah berusia di atas tujuh tahun. Pemeriksaan ini dinilai penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sebelum kondisinya semakin parah.

Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi (USG) ginjal secara berkala juga dapat membantu mengetahui adanya batu ginjal atau kelainan lain sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Prof Ronny membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pemilik untuk menjaga kesehatan ginjal kucing, di antaranya:

- Memastikan kucing selalu terhidrasi dengan menyediakan air minum segar atau air mengalir menggunakan water fountain.
- Memberikan makanan basah untuk membantu meningkatkan asupan cairan.
- Melakukan pemeriksaan darah dan urine setiap 3-6 bulan, terutama pada kucing senior.
- Melakukan pemeriksaan USG jika direkomendasikan dokter hewan.
- Tidak memberikan obat manusia seperti parasetamol atau ibuprofen karena bersifat racun bagi kucing.




Ia juga mengingatkan pemilik agar tidak hanya mengubah pola makan ketika kucing menunjukkan gejala sakit tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan.

"Segera periksakan ke dokter jika muncul gejala karena tanda awal sering kali ringan dan mudah terabaikan," katanya.

Penanganan Harus Dilakukan Sejak Dini

Prof Ronny menekankan, penanganan sejak gejala awal muncul sangat menentukan kondisi kucing ke depannya. Diagnosis yang cepat, terapi cairan, pemeriksaan rutin, serta pengaturan pola makan dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup kucing.

"Apabila kucing didiagnosis mengidap CKD, dokter hewan umumnya akan menyarankan makanan khusus ginjal (renal diet) yang rendah fosfor dengan protein berkualitas tinggi," jelasnya.

Sementara untuk kasus batu ginjal tertentu, dokter dapat merekomendasikan diet khusus untuk membantu melarutkan batu struvit. Selain itu, terapi lain seperti pemberian cairan subkutan, obat antihipertensi, suplemen untuk mengatasi anemia, maupun antibiotik jika terjadi infeksi dapat diberikan sesuai kondisi masing-masing kucing.

Prof Ronny pun mengingatkan, perhatian pemilik menjadi kunci utama karena penyakit ginjal pada kucing sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas hingga memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah terbaik untuk menjaga kucing tetap sehat dan berumur panjang.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Pelatih Timnas Mesir Tuding Wasit Curang Mau Pertahankan Argentina