11 Makanan Terbaik untuk Umur Panjang, Sudah Terbukti Ilmiah

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
07 July 2026 07:50
Ilustrasi Makanan Sehat (Designed by senivpetro / Freepik)
Foto: Ilustrasi Makanan Sehat (Designed by senivpetro / Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Memiliki umur panjang dan tubuh yang sehat hingga usia tua menjadi impian banyak orang. Kabar baiknya, rahasia hidup lebih lama ternyata bisa dimulai dari apa yang Anda konsumsi sehari-hari.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa senyawa alami bernama flavonoid memiliki peran krusial dalam mendukung umur panjang. Flavonoid adalah antioksidan yang dapat membantu Anda hidup lebih lama dengan mengurangi peradangan dan risiko penyakit kronis. Dengan menangkal radikal bebas, senyawa ini menjaga sel-sel tubuh tetap muda dan berfungsi optimal.

Berdasarkan data ilmiah, berikut adalah 11 makanan dan minuman kaya flavonoid yang sangat direkomendasikan untuk masuk ke dalam menu harian Anda melansir Very Well Health.

1. Teh Hitam dan Teh Hijau

Kebiasaan minum teh hitam dan teh hijau secara rutin dapat berkontribusi pada umur yang lebih panjang. Teh ini merupakan sumber flavonoid yang membantu mengurangi peradangan, melindungi dari kerusakan sel, dan berpotensi mengurangi tanda-tanda penuaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin minum teh mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena kondisi kesehatan kronis seperti:

- Penyakit jantung

- Jenis kanker tertentu

- Diabetes

- Artritis

2. Apel

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi apel secara rutin dapat membantu meningkatkan umur panjang dengan mengurangi risiko penyakit kronis tertentu, seperti kanker dan diabetes. Hal ini berkat banyaknya antioksidan, termasuk flavonoid.

3. Anggur

Selain meningkatkan kesehatan jantung dan otak serta berpotensi melindungi dari kanker. Beberapa studi awal pada hewan menunjukkan bahwa antioksidan dalam anggur dapat memperlambat tanda-tanda penuaan dengan mengurangi peradangan dan mendukung metabolisme tubuh. Namun, studi lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.

4. Cokelat Hitam

Cokelat hitam dan kakao (komponen utamanya) mengandung flavonoid yang melindungi dari kerusakan sel dan peradangan. Mengonsumsi sepotong kecil cokelat hitam secara teratur dapat membantu melindungi kesehatan jantung Anda dengan cara:

- Meningkatkan kadar kolesterol

- Menurunkan tekanan darah

- Mengurangi risiko penyakit jantung

- Mengurangi risiko diabetes

Untuk memaksimalkan manfaat ini, pantau ukuran porsi karena cokelat hitam tinggi kalori. Batasi juga jumlah gula yang Anda konsumsi dengan mengonsumsi cokelat hitam tanpa pemanis atau rendah gula.

5. Jeruk

Flavonoid dalam jeruk memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat yang membantu mencegah penyakit kronis. Studi menunjukkan bahwa kulit jeruk mengandung flavonoid dalam jumlah lebih tinggi daripada buah jeruk lainnya, yang berpotensi membantu menurunkan risiko terkena kanker.

6. Stroberi

Stroberi dapat membantu melindungi dari kanker dengan meminimalkan peradangan dan mencegah penurunan kognitif terkait usia dengan meningkatkan sinyal sel otak, yang dapat mendukung penuaan yang sehat.

7. Blueberry

Aktivitas antioksidan blueberry dapat membantu mencegah kondisi kesehatan kronis seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung dengan mencegah dan memperbaiki kerusakan sel. Blueberry juga dapat meningkatkan fungsi otak pada orang dewasa yang lebih tua.

8. Jeruk Bali

Jeruk bali merah muda dan merah dapat menurunkan risiko kanker tertentu dan penyakit jantung. Kulit buahnya memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat daripada daging buahnya.

Meskipun jeruk bali umumnya aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang dewasa yang sehat, buah ini dapat berinteraksi dengan beberapa obat. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menambahkan buah ini ke dalam menu makanan Anda.

9. Kacang-kacangan

Kekuatan antioksidan dalam kacang-kacangan seperti almond, pistachio, dan kenari dapat melindungi dari kondisi kesehatan kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Meskipun tinggi kalori, profil nutrisi dan kandungan flavonoidnya mungkin lebih besar daripada kekurangan tersebut.

Bukti menunjukkan bahwa kacang-kacangan merupakan makanan pokok bagi orang-orang yang tinggal di Zona Biru, bagian dunia di mana penduduknya umumnya hidup hingga usia lebih dari 100 tahun.

10. Kedelai

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang baik dan menawarkan antioksidan untuk membantu mencegah peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan ini dapat berkontribusi pada umur yang lebih panjang dengan berpotensi melindungi terhadap kanker tertentu, penyakit jantung, dan diabetes.

11. Sayuran Berdaun Hijau

Kaya akan flavonoid, sayuran berdaun hijau juga kaya akan flavonoid. Sayuran ini mencakup sawi, bayam, selada, kale, dan arugula yang mengandung antioksidan yang dapat menurunkan peradangan dan mencegah risiko penyakit kronis.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 Makanan Favorit yang Dikonsumsi Orang Berusia 100 Tahun


Most Popular
Features