Kacau! Trump Minta FIFA Batalkan Kartu Merah Timnas Amerika
Jakarta, CNBC Indonesia - FIFA tiba-tiba membatalkan hukuman larangan bermain satu pertandingan Piala Dunia terhadap striker Tim Nasional AS, Folarin Balogun pada Minggu (5/7). Pembatalan ini diduga terjadi karena adanya campur tangan Presiden Donald Trump yang meminta FIFA untuk meninjau kembali hukuman tersebut.
Setelah keputusan FIFA itu, Balogun, yang berusia 25 tahun, bisa bermain melawan Belgia dalam pertandingan pada Senin di Seattle.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membatalkan ketidakadilan besar!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya.
Pada Rabu, Balogun menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran. Kartu merah ini membuat pencetak gol terbanyak Amerika itu dikeluarkan dari lapangan dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina.
Selain dikeluarkan dari lapangan, dia juga menerima hukuman larangan bermain satu pertandingan tanpa banding.
Namun FIFA, untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun pertandingan Piala Dunia, mengatakan akan mengizinkannya bermain di pertandingan berikutnya.
FIFA, dalam sebuah pernyataan pada Minggu, mengatakan bahwa "pelaksanaan skorsing pertandingan untuk pemain AS Folarin Balogun ditangguhkan untuk masa percobaan satu (1) tahun."
FIFA mengutip Pasal 27 dari kode disiplinnya, yang menyatakan, "Badan peradilan dapat memutuskan untuk menangguhkan sepenuhnya atau sebagian pelaksanaan tindakan disiplin."
The New York Times melaporkan bahwa Trump menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino pada Rabu demi memintanya untuk meninjau skorsing Balogun, mengutip tiga orang yang mengetahui percakapan tersebut. Penyiar olahraga Ben Jacobs pertama kali melaporkan bahwa Gedung Putih menelepon Infantino untuk tujuan tersebut.
MS NOW telah mengkonfirmasi bahwa Trump menelepon bos FIFA.
Mengutip seorang pejabat AS, MS NOW melaporkan bahwa selama panggilan telepon tersebut, Trump ingin lebih memahami mengapa Balogun mendapat kartu merah dan mengapa hal itu menyebabkan skorsing.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah AS memberikan "bukti tambahan" yang ditujukan kepada FIFA, dan bahwa Komite Disiplin FIFA menggunakan informasi itu dalam proses yang menyebabkan pencabutan skorsing Balogun.
Menurut para pejabat, pemerintah fokus pada wasit yang meninjau tayangan ulang sebelum kartu merah dikeluarkan.
"Pada akhirnya, hasil yang benar dan tepat telah tercapai," kata pejabat itu kepada MS NOW.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari CNBC.
Trump sendiri diketahui memiliki hubungan dekat dengan Infantino. Presiden FIFA tersebut pernah menganugerahi Trump hadiah perdamaian perdana pada 2025, setelah dia gagal mengejar Nobel Perdamaian.
(hsy/hsy) Add
source on Google