Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Susah Diatur

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Minggu, 05/07/2026 18:52 WIB
Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakar perkembangan anak membeberkan cara komunikasi orang tua yang sering menjadi penyebab anak menjadi sulit diatur dan cenderung defensif. Hal itu salah satu faktornya karena orang tua mengajukan pertanyaan yang menyebabkan kebingungan.

Pola komunikasi tersebut seringkali membuat anak sulit mengenal batasan dan aturan yang seharusnya mereka patuhi di rumah.

Spesialis perkembangan anak dan profesor Siggie Cohen menjelaskan bahwa banyak orang tua saat ini menyamarkan perintah atau rasa frustrasi mereka dalam bentuk pertanyaan agar terdengar sopan. Dia menekankan bahwa anak-anak membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan percaya diri dari orang tuanya.


"Aturan sederhana yang mengejutkan yang terus saya ulangi adalah ini: Katakan apa yang Anda maksudkan," ujarnya dilansir dari CNBC International, dikutip Minggu (5/7/2026).

Simak beberapa kesalahan komunikasi yang sering dilakukan orang tua, menurut Siggie Cohen, dilansir CNBC International:

Menggunakan Pertanyaan Retoris

Kalimat seperti "Mengapa kamu selalu melakukan ini?" justru memicu rasa malu dan sikap defensif pada anak daripada mendorong perbaikan perilaku.

Instruksi yang Menjadi Pertanyaan

Menanyakan "Bisa pakai sepatumu sekarang?" untuk hal yang bersifat wajib membuat anak merasa tugas tersebut adalah pilihan yang bisa ditolak.

Negosiasi pada Batasan yang Jelas

Menawarkan kompromi untuk hal-hal non-negosiasi, seperti jam tidur atau makan, yang memicu perebutan kekuasaan (power struggle) antara orang tua dan anak.

Sebagai gantinya, Cohen menyarankan orang tua untuk mengubah pertanyaan retoris menjadi pernyataan langsung yang lebih mengundang kerja sama. Menurutnya, anak-anak belum memiliki kematangan emosional untuk memproses setiap pilihan yang diberikan orang tua, sehingga mereka membutuhkan kejelasan instruksi.

"Satu pendekatan meningkatkan rasa malu dan defensif. Pendekatan lainnya mengundang kerja sama tim, refleksi, dan pemecahan masalah," lanjutnya.

Instruksi yang tenang dan langsung dinilai jauh lebih efektif untuk membuat anak merasa aman dan kooperatif. Dengan memberikan kepemimpinan yang jelas, orang tua membantu anak memahami apa yang diharapkan dari mereka tanpa perlu melalui proses negosiasi yang melelahkan.

"Anak-anak tidak memerlukan pertanyaan tanpa henti untuk merasa dihormati," papar Cohen.

Selain itu, orang tua disarankan untuk lebih selektif dalam mengajukan pertanyaan, seperti hanya untuk hal-hal yang benar-benar membutuhkan refleksi dan pemberdayaan diri anak. Pengalihan pola komunikasi itu dipercaya dapat menciptakan perubahan besar dalam tingkat kepatuhan anak di dalam rumah.

"Mengajukan lebih sedikit pertanyaan berarti kita menjadi lebih sengaja tentang kapan kepemimpinan dibutuhkan, kapan kolaborasi tepat dilakukan, dan kapan anak Anda hanya membutuhkan kejelasan," tandasnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce, Terbesar Dalam 10 Tahun Terakhir