Eropa Diamuk Gelombang Panas Brutal, WHO Catat 1.300 Kematian

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 12:50 WIB
Foto: Heatwave di Paris, Prancis. REUTERS/Tom Nicholson

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan ada lebih dari 1.300 kematian di Eropa sejak 21 Juni akibat gelombang panas ekstrem yang tengah melanda benua tersebut.

Mengutip Euro News, dalam beberapa hari terakhir, suhu di sejumlah wilayah Eropa melonjak hingga melampaui 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut tidak hanya memicu risiko kesehatan yang serius, tetapi juga meningkatkan tekanan terhadap sistem layanan kesehatan dan petugas tanggap darurat.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan data mengkhawatirkan tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial pada Minggu. Ia menggarisbawahi bahwa infrastruktur di Eropa pada dasarnya tidak dirancang untuk menghadapi lonjakan suhu sebrutal ini.


"Rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," tegas Tedros dalam pernyataannya.

Prancis Catat Lonjakan Kematian Tertinggi

Ourcq, as temperatures reached up to 35 degrees Celsius, during a period of hot weather in Paris, France, May 25, 2026. REUTERS/Tom Nicholson" title="EUROPE-WEATHER/FRANCE-HEAT" />A person jumps into the Canal de l'Ourcq, as temperatures reached up to 35 degrees Celsius, during a period of hot weather in Paris, France, May 25, 2026. REUTERS/Tom Nicholson Foto: REUTERS/Tom Nicholson

Dampak paling parah sejauh ini dilaporkan terjadi di Prancis. Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé publique France) mengumumkan pada Minggu bahwa negara tersebut mencatat sekitar 1.000 kematian yang lebih tinggi dari perkiraan normal hanya dalam kurun waktu beberapa hari sejak Rabu.

"Sejak 24 Juni, tercatat ada sekitar 1.000 kematian tambahan (angka yang belum dikonsolidasikan) dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Daerah yang paling terdampak termasuk daerah yang berada di bawah peringatan panas merah, khususnya Île-de-France, Nouvelle-Aquitaine, Brittany, Centre-Val de Loire, Normandy, dan Pays de la Loire. Selain itu, 85% dari kematian melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas.

Beberapa wilayah Prancis mengalami suhu di atas 40°C minggu ini, menambah tekanan pada rumah sakit dan petugas tanggap darurat di tengah lonjakan panggilan darurat.

Di Paris, pihak berwenang melarang minum alkohol di tempat umum selama akhir pekan dalam upaya mengurangi tekanan pada layanan darurat. Menara Eiffel dan museum Louvre juga tutup lebih awal di tengah cuaca panas.

Orang-orang berbondong-bondong ke taman dan kanal di seluruh kota sepanjang minggu untuk menghindari kondisi yang sangat panas, tetapi pihak berwenang telah memperingatkan bahaya berenang tanpa pengawasan setelah seorang pria tenggelam di Kanal Saint-Martin pada Jumat malam.

"Kami telah mengatakannya sebelumnya dan akan mengatakannya lagi: berenang di luar waktu yang diizinkan, dan di luar area yang diawasi, berbahaya," tulis Emmanuel Grégoire, walikota Paris, di X.

Pemain sepak bola Ligue 2, Kenzo Kies, meninggal setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Rhône selama gelombang panas. Dalam sebuah pernyataan, klubnya, Guingamp, mengatakan bahwa mereka sedih mendengar kabar kematian pemain berusia 21 tahun itu.

Suhu udara di seluruh Eropa melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Inggris Raya mencatat hari terpanas di bulan Juni pada Jumat. Met Office, badan cuaca dan iklim nasional Inggris, mengatakan angka sementara menunjukkan desa Santon Downham di Suffolk mencapai 37,3°C.

Spanyol dan Jerman juga mengalami suhu di atas 40°C.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Layanan Premium Klinik Estetik Hadapi Persaingan Tren Beauty