Studi Terbaru Ungkap Waktu Minum Kopi yang Bikin Panjang Umur
Jakarta, CNBC Indonesia - Minum kopi ternyata bukan sekadar soal menambah energi atau menikmati cita rasa. Waktu mengonsumsi kopi juga disebut berpengaruh terhadap kesehatan dan potensi umur panjang seseorang.
Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di European Heart Journal. Penelitian itu menemukan bahwa konsumsi kopi pada pagi hari berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah, terutama akibat penyakit jantung.
"Ini adalah studi pertama yang mengevaluasi pola waktu konsumsi kopi dan dampaknya terhadap kesehatan," ujar peneliti utama sekaligus Direktur Pusat Penelitian Obesitas di Tulane University, New Orleans, Dr. Lu Qi, seperti dikutip dari CNN International, Minggu (21/6/2026).
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti membandingkan dua pola konsumsi kopi, yakni hanya pada pagi hari dan sepanjang hari. Hasilnya menunjukkan bahwa peminum kopi pagi memiliki manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan mereka yang mengonsumsi kopi hingga siang atau malam hari.
Dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali, kelompok yang hanya minum kopi di pagi hari tercatat memiliki risiko kematian dini akibat berbagai penyebab 16% lebih rendah. Selain itu, risiko meninggal akibat penyakit kardiovaskular juga 31% lebih rendah.
Sebaliknya, kelompok yang mengonsumsi kopi sepanjang hari tidak menunjukkan penurunan risiko yang signifikan. Temuan tersebut tetap konsisten setelah para peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain, mulai dari pola tidur, usia, jenis kelamin, ras dan etnis, tingkat pendapatan, pendidikan, aktivitas fisik, kualitas pola makan, hingga kondisi kesehatan seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Peneliti menduga salah satu penyebabnya adalah konsumsi kopi pada sore atau malam hari berpotensi mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Gangguan terhadap siklus alami tersebut diyakini dapat memengaruhi berbagai fungsi penting tubuh yang berkaitan dengan kesehatan jangka panjang.
Menariknya, manfaat yang ditemukan dalam studi ini tidak hanya berlaku untuk kopi berkafein. Peneliti juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein memberikan manfaat serupa selama dikonsumsi pada pagi hari.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian ini belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Studi tersebut bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan adanya keterkaitan antara waktu minum kopi dan risiko kesehatan.
"Penelitian ini bersifat observasional, bukan eksperimen yang merupakan standar emas," kata ahli gizi terdaftar sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Vanessa King, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
Dengan demikian, meski temuan ini memperkuat bukti mengenai manfaat kopi bagi kesehatan, diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan apakah kebiasaan minum kopi di pagi hari memang secara langsung berkontribusi terhadap umur yang lebih panjang.
(luc/luc) Add
source on Google