Viral Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Beri Undangan untuk Korban

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 19/06/2026 09:20 WIB
Foto: Youtuber Korea Ino Cat menonton pertandingan Piala Dunia di Meksiko. (Instagram/inocat_t)

Jakarta, CNBC Indonesia - FIFA mengundang secara resmi YouTuber asal Korea Selatan, Yoon Su-jin atau yang dikenal sebagai InoCat, untuk menghadiri pertandingan Korea Selatan melawan Meksiko di Piala Dunia 2026 setelah ia menjadi korban tindakan rasis saat menonton laga sebelumnya.

Dalam pernyataannya melansir Asia Business Daily, FIFA mengatakan pertandingan yang digelar di Guadalajara, Meksiko, pada 19 Juni tersebut akan dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan tentang inklusi, penghormatan, dan penolakan terhadap ujaran kebencian.

Langkah itu diambil setelah video yang diunggah InoCat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria Meksiko terlihat menarik kedua sudut matanya ke samping saat berada di depan kamera.

Gestur tersebut dikenal luas sebagai tindakan bernuansa rasis terhadap masyarakat Asia. Insiden itu terjadi ketika InoCat menonton laga fase grup antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Guadalajara pada 11 Juni lalu.

Video tersebut memicu kemarahan warganet dari berbagai negara. Identitas pelaku kemudian terungkap sebagai Ulises Fernando Bernal Miramontes, yang saat itu menjabat sebagai Presiden College of Topographic and Geodetic Engineers of the State of Jalisco (CITGEJ).

Menanggapi insiden tersebut, FIFA menyatakan telah mengidentifikasi pelaku dan langsung menangguhkan akun tiket miliknya.

"Kami mengutuk keras segala bentuk rasisme, kebencian, dan diskriminasi. Perilaku seperti itu tidak memiliki tempat dalam sepak bola, Piala Dunia, maupun masyarakat," tulis FIFA.

FIFA juga menjelaskan undangan kepada InoCat diberikan bertepatan dengan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian yang diperingati setiap 18 Juni. Hari peringatan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap penyebaran ujaran kebencian, xenofobia, dan diskriminasi di seluruh dunia.

InoCat yang memiliki sekitar 6,6 juta pelanggan di YouTube disebut telah menerima undangan tersebut dan akan menghadiri laga Korea Selatan kontra Meksiko.

Sementara itu, tekanan publik terus meningkat terhadap pelaku. Di tengah gelombang kritik, Miramontes akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan organisasi profesi tersebut. Ia juga mengunggah video permintaan maaf di Instagram.

"Saat orang asing datang ke Meksiko, saya ingin mereka merasa seperti di rumah sendiri. Namun saya justru melakukan hal yang sebaliknya," ujarnya.

Ia turut meminta maaf kepada InoCat, komunitas Korea, dan masyarakat Meksiko yang merasa kecewa atas tindakannya.

Kasus ini menjadi salah satu insiden diskriminasi yang paling banyak dibicarakan sejak dimulainya Piala Dunia 2026, sekaligus menguji komitmen FIFA dalam memerangi rasisme di sepak bola internasional.



(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: FIFA Tegaskan Timnas Iran Tetap Bertanding Lawan Selandia Baru