Psikolog Ungkap 5 Kebiasaan yang Bikin Bahagia Lebih Lama
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang menganggap kebahagiaan datang ketika kondisi hidup sedang baik, lalu menghilang saat keadaan berubah. Namun, sejumlah penelitian psikologi terbaru menunjukkan kebahagiaan bukan sekadar perasaan sementara, melainkan hasil dari pola hidup, kebiasaan, dan lingkungan yang dibangun secara konsisten.
Melansir Forbes, Senin (15/6/2026), psikolog Mark Travers mengungkap lima kebiasaan berbasis sains yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan hidup dalam jangka panjang.
Pertama, membangun dan menjaga hubungan yang berkualitas. Berbagai penelitian menunjukkan kualitas hubungan dengan keluarga, pasangan, maupun sahabat menjadi salah satu faktor terkuat yang menentukan tingkat kebahagiaan dan kesehatan seseorang sepanjang hidup.
Temuan ini bahkan disebut sebagai salah satu kesimpulan paling penting dalam riset kebahagiaan modern. Semakin baik hubungan dekat yang dimiliki seseorang, semakin besar peluangnya untuk hidup lebih bahagia dan sehat.
Kebiasaan kedua adalah melindungi waktu lebih ketat dibanding uang. Peneliti dari Harvard Business School, Ashley Whillans, menemukan, orang yang merasa selalu kekurangan waktu cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup lebih rendah dan kesehatan mental yang lebih buruk.
Sebaliknya, menggunakan uang untuk menghemat waktu, seperti membayar jasa kebersihan rumah atau memilih layanan yang lebih praktis, terbukti lebih meningkatkan kesejahteraan dibanding membeli barang-barang konsumtif.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2017 juga menemukan, orang yang lebih memprioritaskan waktu dibanding barang memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.
Ketiga, penelitian terbaru menyoroti pentingnya mencari pengalaman baru yang menantang. Riset yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Review pada 2022 memperkenalkan konsep "psychological richness" atau kekayaan psikologis sebagai unsur penting dalam kehidupan yang memuaskan.
Kehidupan yang kaya secara psikologis tidak selalu mudah dan menyenangkan. Hal itu ditandai dengan hal-hal baru, kompleksitas, pertumbuhan dan pengalaman yang mengubah perspektif.
Peneliti menemukan banyak orang lebih memilih kehidupan yang kaya pengalaman dibanding kehidupan yang hanya berfokus pada kenyamanan atau kebahagiaan semata.
Kebiasaan keempat adalah menggunakan waktu dan uang untuk membantu orang lain. Berbagai penelitian menunjukkan memberi kepada orang lain, baik melalui donasi, membeli hadiah untuk teman, maupun menjadi sukarelawan, secara konsisten meningkatkan kesejahteraan subjektif.
Tinjauan sistematis yang diterbitkan pada 2023 menemukan efek positif tersebut terjadi di berbagai kelompok pendapatan, budaya, dan bentuk pemberian.
Menurut para peneliti, manusia secara alami berkembang dalam lingkungan yang saling bergantung, sehingga membantu orang lain dapat memperkuat hubungan sosial, meningkatkan rasa bermakna, sekaligus mengaktifkan sistem penghargaan di dalam otak.
Kelima, para ahli menyarankan untuk menghabiskan setidaknya 120 menit per minggu di alam terbuka.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 2019 menganalisis hampir 20.000 responden dan menemukan bahwa orang yang menghabiskan minimal dua jam per minggu di lingkungan alami melaporkan kondisi kesehatan fisik dan psikologis yang lebih baik dibanding mereka yang jarang terpapar alam.
Dua jam tersebut tidak harus dilakukan sekaligus. Aktivitas dapat dibagi menjadi beberapa sesi singkat sepanjang minggu, misalnya berjalan kaki selama 20 menit setiap hari.
Para peneliti menilai paparan alam membantu menurunkan stres, mengurangi pikiran negatif yang berulang, serta memulihkan fokus mental yang terkuras akibat aktivitas sehari-hari.
Secara keseluruhan, penelitian selama satu dekade terakhir menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang hanya bergantung pada pola pikir atau pencapaian pribadi.
Sebaliknya, kesejahteraan hidup muncul dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari hubungan sosial yang kuat, kendali atas waktu, pengalaman yang beragam, kontribusi kepada orang lain, hingga kedekatan dengan alam.
Dengan kata lain, kunci kebahagiaan bukan sekadar mencari perasaan bahagia, melainkan membangun kehidupan yang secara alami mampu menghasilkan kebahagiaan itu sendiri.
(hsy/hsy) Add
source on Google