Banyak Wanita Babak Belur Tiap Timnas Bola Bertanding, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) cenderung meningkat selama ajang turnamen sepakbola seperti Piala Dunia atau Piala Eropa.
Studi dari Lancaster University pada 2013 menemukan bahwa laporan KDRT meningkat sekitar 26% ketika Inggris menang atau seri, namun angka tersebut bisa melonjak hingga 38% ketika Inggris kalah.
Penulis studi menegaskan bahwa sepak bola bukanlah penyebab KDRT, melainkan pemicu yang dapat memperburuk perilaku pelaku yang memang sudah abusif, terutama ketika dipadukan dengan konsumsi alkohol, emosi yang memuncak, dan tekanan pertandingan.
Laporan yang lebih baru dari Pusat Nasional untuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga Inggris menguatkan hasil studi sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh BBC setelah Kejuaraan Eropa terakhir pada 2024 mengungkapkan 351 insiden kekerasan dalam rumah tangga terkait sepak bola yang tercatat oleh Kepolisian di seluruh Inggris dan Wales selama turnamen tersebut.
Perlu dicatat bahwa angka-angka ini hanya mencerminkan kasus yang dilaporkan oleh para penyintas dan dicatat oleh kepolisian. Artinya jumlah KDRT sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi daripada yang terlihat. Rise UK memperkirakan bahwa hanya 24% kejahatan kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan kepada polisi, karena faktor-faktor seperti rasa takut, malu, atau kekhawatiran bahwa pelaporan akan memperburuk masalah.
Di Inggris, Crown Prosecution Service, kepolisian, dan organisasi seperti Women's Aid memperingatkan bahwa mereka memperkirakan peningkatan kasus KDRT selama Piala Dunia 2026. Peringatan ini didasarkan pada pola yang berulang pada Piala Dunia dan Piala Eropa sebelumnya, sehingga mereka meningkatkan kesiapsiagaan, kampanye kesadaran, dan kapasitas layanan bagi korban.
Sejumlah organisasi pendamping korban melaporkan kenaikan permintaan bantuan (helpline) selama turnamen. Misalnya, kampanye "The Unspoken Stat" menyebut bahwa Leeds Women's Aid menerima kenaikan sekitar 73% panggilan dalam 48 jam setelah kemenangan perdana Inggris atas Kroasia. Ini merupakan data dari organisasi layanan, bukan statistik kriminal nasional, tetapi menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan bantuan
(hsy/hsy) Add
source on Google