20 Negara dengan Work-Life Balance Terburuk di Dunia, Indonesia Masuk?

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 13:15 WIB
Foto: Ilustrasi pekerja. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance menjadi perhatian pekerja di berbagai negara. Laporan terbaru mengungkap masih banyak negara yang memiliki jam kerja panjang, tunjangan pekerja terbatas, hingga tingkat stres tinggi yang membuat kualitas hidup pekerjanya rendah.

Studi Global Life-Work Balance Index 2025 yang dirilis Remote.com, mengutip Economic Times, memeringkat negara-negara dengan work-life balance terbaik hingga terburuk di dunia. Lalu, apakah Indonesia termasuk di dalamnya?

Penelitian tersebut menganalisis 60 negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia. Penilaian dilakukan menggunakan berbagai indikator, mulai dari jumlah hari cuti tahunan, tunjangan sakit, cuti melahirkan, upah minimum, jam kerja mingguan, kualitas layanan kesehatan, tingkat kebahagiaan masyarakat, inklusivitas LGBTQ+, hingga faktor keamanan.

Berdasarkan hasil studi, Filipina menjadi negara dengan peringkat terburuk pertama dalam daftar 20 negara dengan work-life balance paling buruk pada 2025. Negara tersebut menempati posisi ke-41 dunia dengan skor 46,60 dari 100.

Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah rata-rata jam kerja yang mencapai 42,25 jam per minggu. Meski demikian, tingkat kebahagiaan masyarakat Filipina masih tergolong lebih baik dibanding sejumlah negara lain dalam daftar tersebut.

Selain Filipina, sejumlah negara Asia juga mendominasi daftar, seperti China, India, Bangladesh, Qatar, Pakistan, Hong Kong, hingga Uni Emirat Arab.


Indonesia tidak masuk dalam daftar 20 negara dengan work-life balance terburuk yang dirilis dalam laporan tersebut. Namun Indonesia juga belum masuk kelompok negara dengan work-life balance terbaik dunia.

Berikut daftar negara dengan work-life balance terburuk berdasarkan Global Life-Work Balance Index 2025 mengutip Economic Times:

  1. Filipina (#41 dunia) - Jam kerja panjang, tetapi tingkat kebahagiaan masyarakat masih relatif baik.
  2. Kazakhstan (#43) - Budaya kerja yang berat dan tingkat inklusivitas rendah.
  3. Uni Emirat Arab (#44) - Jam kerja sangat panjang dan tingkat inklusivitas rendah.
  4. Meksiko (#45) - Upah relatif rendah meski reformasi ketenagakerjaan mulai dilakukan.
  5. Hong Kong (#46) - Tekanan kerja tinggi dan tingkat kebahagiaan rendah.
  6. Aljazair (#47) - Upah rendah dan kualitas layanan kesehatan yang lemah.
  7. Iran (#49) - Jam kerja panjang dan tingkat inklusivitas sangat rendah.
  8. Maroko (#50) - Jam kerja panjang serta tingkat kebahagiaan yang rendah.
  9. China (#51) - Jatah cuti terbatas dan budaya kerja dengan jam panjang.
  10. India (#52) - Upah rendah dan budaya hustle culture yang kuat.
  11. Bangladesh (#53) - Upah sangat rendah dan budaya lembur yang tinggi.
  12. Qatar (#54) - Pendapatan tinggi, tetapi kepuasan pekerja relatif rendah.
  13. Pakistan (#55) - Tingkat kebahagiaan rendah dan tekanan sosial untuk bekerja lebih lama.
  14. Irak (#56) - Faktor keamanan dan kondisi kerja menjadi tantangan utama.
  15. Ethiopia (#57) - Tidak memiliki upah minimum nasional dan tingkat kebahagiaan rendah.
  16. Mesir (#58) - Jam kerja panjang dan tingkat kebahagiaan yang sangat rendah.
  17. Amerika Serikat (#59) - Tidak memiliki sistem cuti berbayar yang dijamin secara nasional.
  18. Nigeria (#60) - Menjadi negara dengan work-life balance terburuk akibat masalah keamanan dan minimnya hak cuti pekerja.
  19. Rusia (#42) - Tingkat inklusivitas rendah dan tingkat kebahagiaan yang moderat.
  20. Turki (#48) - Faktor keamanan, kebahagiaan rendah, dan manfaat pekerja yang terbatas

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Juarai Liga Champions, PSG Rayakan Kemenangan bersama Presiden Macron