Cari Kerja Kian Mustahil, Satu Lowongan Diserbu Ribuan Orang

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
29 May 2026 08:20
Seorang pekerja melintas di depan mural ilustrasi di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Senin, (13/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Seorang pekerja melintas di depan mural ilustrasi di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Senin, (13/10/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar tenaga kerja di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ada gap yang besar antara lowongan pekerjaan yang tersedia dengan jumlah pencari kerja. Ini artinya cari kerja makin susah, pengangguran makin merana. 

Menurut data platform pencari kerja JobStreet by SEEK pada Maret lalu, rata-rata satu iklan lowongan kerja dapat menerima sekitar 500 hingga 600 lamaran dari pencari kerja. Persaingan tersebut bahkan bisa jauh lebih ketat untuk posisi umum di perusahaan besar. Dalam beberapa kasus, jumlah pelamar bisa mencapai ribuan orang.

"Bayangkan kalau satu HR tidak hanya membuka satu posisi. Banyak perusahaan bisa memasang hingga puluhan lowongan dalam satu tahun. Artinya mereka harus memproses ribuan CV," ujar Acting Sales Director Indonesia Ethika Santi beberapa waktu lalu. 

Lesunya pasar tenaga kerja tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi telah menjadi fenomena global. Jumlah lowongan pekerjaan di Inggris turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Adapun sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah perhotelan dan ritel.

Menurut Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris, yang dikutip dari BBC, tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 5% dalam tiga bulan hingga Maret, dari sebelumnya 4,9%.



Direktur statistik ekonomi ONS, Liz McKeown, mengatakan angka terbaru tersebut "menunjukkan pasar tenaga kerja tetap lemah, dengan lowongan pekerjaan berada pada level terendah dalam lima tahun dan pengangguran lebih tinggi daripada tahun lalu".

Pengangguran cari kerja lewat aplikasi kencan

Di tengah ketatnya persaingan kerja, sebagian pencari kerja mulai mencari cara tak biasa. Aplikasi kencan seperti Tinder, Bumble hingga Hinge kini dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan.

Seorang pencari kerja di TikTok mengaku menggunakan Hinge untuk mencari pekerjaan karena pasar kerja yang sedang sulit. Ketimbang mengunggah foto terbaiknya, ia justru memasang tangkapan layar CV di profilnya.

Pada bagian "tujuan hidup", ia menulis ingin bekerja di industri kreatif. Video tersebut ditonton hampir 250 ribu kali sejak diunggah pada Desember lalu. Namun dalam pembaruan terbaru, ia mengungkapkan akunnya telah dihapus karena melanggar kebijakan platform.

Ia bukan satu-satunya. Pengguna lain mengaku berhasil mendapatkan pekerjaan dengan gaji enam digit dolar AS dari pertemuan di Bumble. Ada juga yang secara terang-terangan mengaku mencocokkan profil dengan orang-orang di bidang karier yang sama, lalu langsung menanyakan apakah perusahaan mereka sedang membuka lowongan.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jumlah Loker Sentuh Level Terendah, Pengangguran Merana


Most Popular
Features