5 Makanan yang Paling Cepat Merusak Otak Menurut Ahli Harvard

Dany Gibran, CNBC Indonesia
Selasa, 02/06/2026 10:41 WIB
Foto: Ilustrasi Otak Manusia. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Apa yang Anda konsumsi setiap hari tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga fungsi otak. Menurut ahli nutrisi sekaligus pakar kesehatan otak dari Harvard Medical School, Dr. Uma Naidoo, pola makan yang tepat berperan penting dalam menjaga suasana hati, daya ingat, hingga kesehatan mental secara keseluruhan.

Sebaliknya, sejumlah jenis makanan justru dapat berdampak buruk pada kinerja otak jika dikonsumsi berlebihan. Makanan-makanan tersebut berpotensi menurunkan kemampuan konsentrasi, memengaruhi suasana hati, hingga meningkatkan risiko gangguan kognitif.

Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi? Simak daftarnya berikut ini, seperti dirangkum dari CNBC Make It.


1. Makanan yang dibuat dengan minyak olahan

Minyak olahan sering kali diekstraksi dari kedelai, jagung, lobak (sumber minyak canola), biji kapas, bunga matahari, dan biji safflower. Minyak olahan seperti ini banyak mengandung banyak asam lemak omega-6.

Konsumsi omega-6 yang berlebihan dapat memicu tubuh memproduksi bahan kimia yang dapat memicu peradangan otak.

Jika Anda menumis sayuran atau memanggang ikan atau daging, disarankan menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa.

2. Makanan dengan tambahan gula dan gula buatan

Secara umum, otak menggunakan energi dalam bentuk glukosa, sejenis gula, untuk mendorong aktivitas seluler. Namun pola makan tinggi gula bisa menyebabkan kelebihan glukosa di otak. Hal ini dapat menyebabkan gangguan memori dan berkurangnya plastisitas hipokampus, bagian otak yang mengontrol memori.

Tidak hanya itu, makanan gurih juga mengandung gula tambahan yang tersembunyi, seperti saus pasta yang dibeli di toko, saus tomat, saus salad, dan bahkan sup kalengan.

3. Makanan olahan

Makanan ultra-olahan, seperti nugget dan sosis, dapat membuat Anda berisiko memiliki telomer yang lebih pendek atau batas pada DNA kita. Telomer yang lebih panjang cenderung mendorong penuaan sel yang sehat.

Memperpendek telomer mungkin berarti kita berisiko terkena penyakit degeneratif di awal kehidupan.

Sebuah studi pada tahun 2022 juga menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah besar seperti makanan yang dipanggang dan soda lebih mungkin mengalami depresi ringan dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

4. Makanan dengan pemanis buatan

Jika Anda menggunakan pemanis buatan yang tidak memiliki nilai gizi, pemanis tersebut dapat meningkatkan bakteri usus jahat yang dapat berdampak negatif pada suasana hati Anda.

Pemanis ini termasuk sakarin, sukralosa dan stevia. Pemanis aspartam, yang sering ditemukan dalam makanan olahan, bisa sangat berbahaya dan telah dikaitkan langsung dengan kecemasan dalam penelitian. Jenis pemanis ini juga menyebabkan oksidasi, yang meningkatkan radikal bebas berbahaya di otak.

Beberapa alternatif yang perlu dipertimbangkan yakni madu atau gula kelapa.

5. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng termasuk dalam daftar makanan yang dapat merusak otak.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 18.000 orang menemukan bahwa pola makan tinggi gorengan dikaitkan dengan rendahnya skor memori dan kognisi.

Sebagai alternatif, ahli sarankan memilih versi makanan favorit Anda yang dipanggang atau dikukus.

Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak

Menjaga kesehatan otak tidak hanya bergantung pada pola makan, tetapi juga aktivitas fisik sehari-hari. Rutin bergerak dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi tetap terjaga.

Anda tidak harus melakukan olahraga berat untuk mendapatkan manfaat tersebut. Jalan kaki, bersepeda, naik turun tangga, berkebun, atau melakukan peregangan ringan secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan otak.


(dag/dag) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Juarai Liga Champions, PSG Rayakan Kemenangan bersama Presiden Macron