5 Komplikasi Penyakit Asam Urat, Termasuk Serangan Jantung

Dany Gibran, CNBC Indonesia
Jumat, 29/05/2026 11:13 WIB
Foto: Cnick via Pixabay
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Asam urat merupakan penyakit yang terjadi akibat tingginya kadar purin di dalam tubuh.

Purin sendiri adalah senyawa alami yang terdapat pada sejumlah makanan dan minuman sehari-hari.

Saat purin dipecah oleh tubuh, akan terbentuk limbah berupa asam urat. Jika kadarnya berlebihan, kristal asam urat dapat menumpuk di persendian dan memicu rasa nyeri, bengkak, hingga peradangan yang mengganggu aktivitas penderitanya.


Dilansir dari Everyday Health, penumpukan kristal asam urat yang tidak ditangani dengan baik tidak hanya menyebabkan nyeri sendi, tetapi juga berpotensi memicu berbagai komplikasi serius.

Dalam kondisi tertentu, asam urat kronis bahkan dapat meningkatkan risiko kerusakan organ hingga penyakit yang mengancam nyawa.

Berikut sejumlah komplikasi berbahaya yang dapat terjadi bila asam urat tidak segera diobati:

1. Kerusakan sendi

Penderita asam urat mungkin akan mengalami perubahan pada bentuk persendian. Komplikasi ini disebut juga dengan deformitas sendi.

Deformitas sendi bisa terjadi karena peradangan kronis yang menyebabkan serangan asam urat secara terus menerus serta terbentuknya tophi di sekitar persendian.

Seiring waktu, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen, kelainan bentuk, dan kekakuan pada sendi. Untuk kasus yang parah, deformitas sendi mungkin perlu prosedur pembedahan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang telah rusak.

2. Penyakit jantung

Penderita asam urat umumnya memiliki masalah pada jantung. Pasalnya, penyakit asam urat dapat menyebabkan peradangan pada sendi dan bagian lainnya dari tubuh. Adapun peradangan merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Penderita penyakit ini pun perlu menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kesehatan jantung. Dokter pun mungkin merekomendasikan Anda menjalani skrining jantung secara rutin untuk mendeteksi adanya komplikasi asam urat tersebut yang bahaya bagi tubuh Anda.

3. Benjolan di Bawah Kulit

Tophi adalah endapan kristal urat yang terbentuk di bawah kulit pada kasus asam urat kronis. Komplikasi ini paling sering terjadi di area tangan, kaki, dan telinga.

Penderita asam urat kronis bisa mengalami benjolan keras di bawah kulit dan biasanya tidak sakit, kecuali saat asam urat kambuh dan meradang. Ketika benjolan tersebut terus tumbuh, kulit dan jaringan sendi di sekitarnya dapat terkikis dan akhirnya hancur. Jika sudah terlanjur infeksi atau terlalu besar, benjolan itu harus diangkat dengan operasi.

4. Batu Ginjal

Orang dengan asam urat juga rentan terkena batu ginjal. Pengendapan kristal asam urat dalam tubuh dapat menyebabkan obstruksi atau sumbatan sehingga mengganggu saluran kemih dan dapat berkembang menjadi gangguan ginjal akut. Itu sebabnya pemantauan fungsi ginjal yang berkelanjutan pada pasien asam urat sangat penting.

5. Penyakit Ginjal Kronis

Orang mengidap gagal ginjal kronis kerap dibarengi dengan penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD). Terkadang, komplikasi ini pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal. Gejala awal penyakit ini adalah cepat lelah, tekanan darah tinggi, sakit kepala, dan perubahan frekuensi air kencing.

Tips Sederhana untuk Mencegah Asam Urat Kambuh

Selain menjalani pengobatan dari dokter, penderita asam urat juga perlu menerapkan pola hidup sehat agar kadar asam urat tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi berbahaya. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari:

1. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih membantu tubuh membuang kelebihan asam urat melalui urine. Usahakan minum setidaknya 2 liter air per hari agar ginjal bekerja lebih optimal.

2. Batasi Makanan Tinggi Purin

Hindari atau kurangi konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah berlebihan, seafood tertentu, kaldu daging pekat, dan makanan olahan.

3. Kurangi Minuman Manis dan Alkohol

Minuman tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa, dapat meningkatkan kadar asam urat. Alkohol juga diketahui memicu serangan asam urat lebih cepat.

4. Jaga Berat Badan ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko asam urat kambuh. Menurunkan berat badan secara perlahan dengan pola makan sehat dan olahraga rutin bisa membantu menstabilkan kadar asam urat.

5. Rutin Olahraga Ringan

Aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam ringan membantu menjaga kesehatan sendi dan melancarkan metabolisme tubuh.

6. Jangan Menunda Pemeriksaan

Jika nyeri sendi sering kambuh, muncul benjolan di sekitar sendi, atau sulit berjalan, segera periksakan diri ke dokter agar komplikasi dapat dicegah sejak dini.


(dag/dag) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Persib Raih Juara Liga Indonesia, ke-3 Kalinya Secara Beruntun