5 Makanan Ini Diam-Diam Bikin Kolesterol Naik Menurut Ahli Gizi

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 25/05/2026 11:05 WIB
Foto: Ilustrasi Kolesterol Tinggi (Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolesterol tinggi sering kali tidak disadari gejalanya. Jika dibiarkan hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang.

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kadar kolesterol adalah pola makan sehari-hari. Ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan tertentu dapat memicu kenaikan kolesterol jahat atau LDL dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

Berikut adalah lima makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol mengutip Eating Well.


1. Kopi Tanpa Filter

Kopi merupakan minuman wajib sehari-hari bagi banyak orang. Namun, kopi tanpa filter adalah salah satu minuman tersembunyi yang dapat meningkatkan kolesterol Anda secara diam-diam.

Tidak seperti kopi yang disaring dengan kertas, kopi tanpa filter seperti espresso, French press, kopi Skandinavia, atau kopi Turki mengandung senyawa yang disebut cafestol dan kahweol, dan keduanya memiliki efek meningkatkan kolesterol LDL (kolesterol jahat).

"Cafestol menghambat sintesis asam empedu dan juga dapat memblokir reseptor hati, yang meningkatkan produksi dan mengurangi eliminasi kolesterol," kata ahli diet kardiologi preventif, Michelle Routhenstein.

Sebaliknya, penggunaan filter membantu menjebak senyawa-senyawa ini, melindungi jantung Anda sekaligus tetap memberikan minuman yang lezat.

2. Ghee

Sering dianggap sebagai kerabat mentega yang lebih sehat, ghee diam-diam berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol. Ini karena ghee adalah jenis mentega yang dimurnikan, artinya air dan padatan susu dihilangkan, sehingga menghasilkan produk pekat yang tinggi lemak jenuh.

Ahli diet Nisha Melvani menjelaskan bahwa mentega yang dimurnikan sebagian besar terdiri dari lemak jenuh, ia dapat meningkatkan kolesterol LDL lebih tinggi daripada minyak yang kaya akan lemak tak jenuh.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa hal itu dapat meningkatkan kadar ApoB, penanda jumlah partikel LDL dalam darah yang terkait dengan risiko penyakit jantung. Meskipun dapat dimasukkan ke dalam diet sehat, menambahkan ghee sebagai lemak utama dapat menyebabkan kolesterol Anda meningkat secara tidak terduga.

3. Minyak sawit

Penelitian menunjukkan bahwa minyak sawit dan minyak sawit memengaruhi kadar kolesterol LDL dan dapat berkontribusi pada peningkatan kolesterol jika dikonsumsi sebagai pengganti minyak nabati non-tropis seperti minyak zaitun.

Routhenstein menyatakan bahwa minyak kelapa dan minyak sawit tinggi lemak jenuh, yang dapat mengurangi aktivitas reseptor LDL di hati dan meningkatkan kolesterol dalam aliran darah.

Sementara itu, Routhenstein mengatakan bahwa banyak granola dan energy bar merupakan sumber tersembunyi dari minyak ini, yang dapat memengaruhi kadar lipid Anda. Disarankan untuk memeriksa panel Informasi Nilai Gizi untuk kandungan lemak jenuh pada camilan atau protein bar favorit Anda.

4. Karbohidrat Olahan

Banyak orang menganggap karbohidrat olahan, seperti kue-kue, roti tawar putih, biskuit, dan sereal manis, hanya terkait dengan diabetes atau lonjakan gula darah, tetapi karbohidrat olahan juga dapat memengaruhi kadar kolesterol.

Melvani menjelaskan bahwa, karena kemampuan karbohidrat olahan untuk menyebabkan peningkatan gula darah yang cepat, hati merespons dengan memproduksi lebih banyak VLDL, yaitu partikel yang membawa lemak melalui darah.

Seiring waktu, partikel VLDL ini berubah menjadi kolesterol LDL, yang seringkali merupakan jenis yang lebih kecil dan lebih padat yang dianggap lebih berbahaya bagi jantung.

"Banyak makanan olahan biji-bijian (kue/kerupuk) juga mengandung mentega, lemak trans, minyak sawit dan kelapa, yang menambah lemak jenuh yang secara langsung meningkatkan LDL," kata Melvani.

Melvani juga menjelaskan bahwa biji-bijian olahan telah dihilangkan serat larutnya yang membantu menurunkan LDL, dan makanan ini sering menggantikan makanan penurun LDL (seperti oat dan barley) yang melindungi jantung.

5. Makanan Tinggi Natrium

Banyak yang berpikir bahwa natrium tidak secara langsung memengaruhi kadar kolesterol. Padahal, mengonsumsi makanan tinggi natrium dapat merusak lapisan pembuluh darah. Hal tersebut memudahkan kolesterol untuk masuk ke dinding arteri, yang, seiring waktu, dapat menyebabkan penumpukan plak.

Oleh karena itu, mengonsumsi natrium berlebihan secara teratur, yang ditemukan dalam makanan beku, makanan cepat saji, camilan olahan, dan bahkan tersembunyi dalam makanan kalengan, dapat memengaruhi arteri Anda.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Persib Raih Juara Liga Indonesia, ke-3 Kalinya Secara Beruntun