Ikut Anjuran Nabi Nuh, Pria Ini Dapat Harta Rp 208 Triliun

Intan Rakhmayanti , CNBC Indonesia
Sabtu, 23/05/2026 19:30 WIB
Foto: (AP/Jeff Roberson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perilaku nabi kerap dijadikan contoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Gaya hidup dan prinsip yang mereka jalankan dipercaya banyak orang dapat membawa perubahan positif, termasuk menuju kesuksesan.

Impian untuk hidup mapan dan bergelimang harta ternyata berhasil diraih seorang pengusaha asal Amerika Serikat. Ia mengaku terinspirasi dari cara hidup Nabi Nuh hingga mampu mencapai kesuksesan besar dalam bisnisnya.


Pria yang itu bernama David Steward, asal Missouri, Amerika Serikat (AS). Ia memiliki kekayaan senilai US$ 12,4 miliar atau setara Rp 208 triliun menurut data Forbes.

Kisah Nabi Nuh yang menginspirasi David Steward dalam menjalani hidup ialah tak peduli dengan cemoohan orang untuk mengerjakan pekerjaan yang benar. Seperti halnya saat Nabi Nuh mempersiapkan bahteranya untuk menghadapi banjir besar.

Sebagaimana diketahui, kisah ini bermula saat Nabi Nuh mendapat perintah dari Tuhan untuk membuat bahtera karena bakal ada banjir besar yang menghancurkan bumi.

Nabi Nuh lantas membuat bahtera super besar yang bisa menampung manusia, hewan, dan tumbuhan. Selama proses pembuatan, Nabi Nuh mendapat ujaran kebencian dari masyarakat.

Nuh dianggap aneh karena membuat perahu besar di saat kondisi tak ada bencana. Meski dapat cemooh, Nabi Nuh tetap bekerja. Saat perahu itu selesai, banjir besar pun datang. Bahtera tersebut menyelamatkan Nabi Nuh, keluarga, umat, hewan, dan tumbuhan.

"Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu. Bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu," kata Steward kepada Forbes pada 2004, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Sikap seperti Nabi Nuh dilakukannya bukan tanpa sebab. Hidup David Steward sudah diwarnai diskriminasi dan ledekan sejak kecil karena dia orang berkulit hitam dan miskin.

Saat sekolah dia dipisahkan oleh peraturan segregasi. Hanya karena dia tidak putih, sehingga harus hidup secara terpisah.

Lalu saat sudah dewasa dan ingin memulai bisnis pada 1990-an, dia banyak mendapat cemooh. Hanya saja, gara-gara sudah mempelajari kisah Nabi Nuh pria kelahiran 2 Juli 1951 itu tak gentar.

Dia pantang menyerah. Ia pun nekad melanjutkan ide bisnis agar tak lagi jadi pegawai kantoran.

Saat itu, Steward mendirikan World Wide Technology (WWT) untuk menyediakan layanan teknologi komputer perusahaan. Tahun 1990-an, sektor layanan tersebut memang masih asing, sehingga banyak orang mencemooh tindakannya seperti apa yang terjadi pada Nabi Nuh.

Namun, dia tetap melanjutkan bisnisnya. Ia percaya di masa depan internet bakal jadi primadona.

Singkat cerita, bisnis Steward berjalan jatuh bangun seiring berkembangnya zaman. Hingga akhirnya, kepercayaan Steward tentang bisnisnya dan masa depan komputer benar terbukti.

Kita semua tahu teknologi tersebut benar-benar dibutuhkan orang di dunia. Alhasil, bisnis WWT jadi salah satu yang terkena dampaknya.

Forbes (2022) mencatat WWT sebagai perusahaan swasta terbesar ke-27 di AS dan perusahaan terbesar milik orang kulit hitam. Besar pendapatannya mencapai US$ 17,0 miliar atau Rp 285 triliun.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Candi Hindu di Tengah Universitas Islam, Simbol Toleransi