Banyak Anak Muda Derita Brain Rot, Begini 5 Cara Mencegahnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Semakin banyak orang dewasa muda (berusia 18 hingga 34 tahun) yang mengalami disabilitas kognitif-termasuk masalah memori dan sulit fokus, menurut studi Universitas Yale pada 2025. Angkanya hampir melonjak dua kali lipat, dari 5,1% menjadi 9,7% selama satu dekade.
Para peneliti mengaitkan hal ini dengan "brain rot" atau kerusakan otak: suatu kondisi kelelahan mental akibat paparan konten digital yang sangat cepat namun dangkal.
Efek dari brain rot termasuk masalah memori, masalah dalam problem solving, hingga anxiety.
Berikut adalah aktivitas yang dapat mencegah brain rot yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Batasi waktu melihat sosial media
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan kecemasan dan depresi serta, bahkan bisa membuat prestasi akademik dan kinerja pekerjaan Anda menurun.
Membatasi waktu Anda di media sosial dapat membantu melindungi kesehatan kognitif dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan mental.
Untuk mencegah brain rot, para ahli merekomendasikan untuk membatasi penggunaan media sosial harian Anda menjadi 1 jam hingga 1,5 jam per hari.
2. Menghabiskan waktu di ruang hijau
Paparan terhadap ruang hijau (pohon dan tanaman berdaun hijau) juga berhubungan dengan kesehatan otak, termasuk peningkatan kecepatan pemrosesan dan perhatian, serta penurunan stres dan risiko depresi.
3. Membaca
Alih-alih scrolling media sosial, bacalah buku, artikel, atau majalah. Orang yang rutin membaca cenderung memiliki risiko penurunan kognitif yang lebih rendah.
"Tidak seperti video online singkat, membaca mendorong Anda untuk memperpanjang rentang perhatian," kata Daniel Schacter, PhD, profesor psikologi di Harvard University.
"Membaca juga memperkuat bagian otak yang terkait dengan bahasa dan fungsi kognitif yang lebih kompleks."
4. Aktivitas fisik
Rebekah Evans, asisten profesor di Departemen Ilmu Saraf di Georgetown University mengatakan bahwa aktivitas fisik, meskipun ringan, memiliki efek yang mengejutkan pada otak.
"Di laboratorium saya, kami menemukan bahwa olahraga aerobik memudahkan aktivasi neuron dopamin di otak. Karena dopamin sangat penting untuk suasana hati yang baik, proses belajar yang cepat, dan gerakan terkoordinasi. Olahraga yang meningkatkan rangsangan neuron ini sangat bermanfaat bagi fungsi otak."
5. Konsumsi makanan sehat
Mengonsumsi makanan yang sehat juga berkaitan erat dengan kesehatan otak. Susan Schembre, profesor di Departemen Onkologi di Georgetown University dan ahli nutrisi mengatakan bahwa mengonsumsi buah dan sayuran daripada makanan olahan atau makanan tinggi lemak jenuh dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung fungsi otak yang optimal.
(hsy/hsy) Add
source on Google