10 Bandara Penyumbang Polusi Terbesar di Dunia

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
13 May 2026 17:50
foto : Reuters
Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Penelitian terbaru dari lembaga kajian global ODI Global bersama Transport and Environment (T&E) mengungkap 10 bandara paling mencemari dunia. Penelitian tersebut menganalisis dampak iklim dan kualitas udara dari 1.300 bandara internasional menggunakan data tahun 2023.

Dari hasil tersebut, sektor penerbangan disebut akan menjadi penghasil emisi terbesar kelima di dunia apabila dianggap sebagai sebuah negara. Melansir Euro News, Rabu (13/5/2026), bandara penyumbang polusi terbesar di dunia ditempati oleh Dubai International Airport di Uni Emirat Arab dengan emisi mencapai 23,2 juta ton CO2.

Posisi kedua ditempati Heathrow Airport di Inggris yang menghasilkan 21 juta ton CO2, disusul Los Angeles International Airport dengan 18,8 juta ton CO2. Menurut laporan tersebut, tiga bandara itu secara gabungan menghasilkan emisi tiga kali lebih besar dibanding total emisi Kota Paris, tidak termasuk emisi penerbangan.

Bandara Incheon International Airport di Korea Selatan berada di posisi keempat, diikuti John F. Kennedy International Airport di Amerika Serikat. Sementara itu, bandara lain yang masuk daftar teratas adalah Hong Kong International Airport, Charles de Gaulle Airport, dan Frankfurt Airport.

Penelitian juga menemukan hanya 100 bandara di dunia yang bertanggung jawab atas sekitar dua pertiga total emisi CO2 dari penerbangan penumpang. Bandara-bandara Eropa bahkan disebut menghasilkan emisi lebih besar dibanding gabungan bandara di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.

Transport and Environment menilai industri penerbangan masih jauh dari target net zero emission pada 2050.

"Membiarkan sektor yang bergantung pada bahan bakar fosil terus berkembang dengan meningkatkan kapasitas bandara hanya memperkuat kerentanan terbesar sektor penerbangan," kata Denise Auclair dari T&E.

Ia menilai perluasan bandara di banyak wilayah Eropa kini tidak lagi memiliki dasar ekonomi yang kuat jika melihat dampak lingkungannya. Sementara itu, peneliti ODI Global Sam Pickard mengatakan, emisi sektor penerbangan terus meningkat sejak Perjanjian Paris 2015, ketika banyak sektor lain justru mulai menurunkan emisi.

Ia juga mengkritik rencana ekspansi bandara yang masih terus berjalan meski emisi industri penerbangan semakin besar. Ia bilang, janji penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau skema kompensasi karbon saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah.

Pihak Heathrow Airport mengatakan mereka memiliki rencana jelas untuk mencapai target net zero dan memastikan ekspansi bandara tetap mengikuti aturan pemerintah Inggris terkait karbon, kualitas udara, dan kebisingan.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis BBM Makin Parah, 13.000 Penerbangan Dunia Dibatalkan


Most Popular
Features