Waspada! Alat Dapur Ini Diam-Diam Bisa Jadi Sumber Penyakit
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang mungkin tidak menyadari spatula karet yang sudah retak atau usang di dapur ternyata bisa menjadi sumber bakteri berbahaya. Ahli keamanan pangan memperingatkan alat masak yang tampak sepele ini dapat meningkatkan risiko keracunan makanan hingga penyakit serius.
Direktur Canadian Research Institute for Food Safety di University of Guelph, Lawrence Goodridge mengatakan, sebagian besar kasus penyakit akibat kontaminasi makanan justru terjadi di dapur rumah tangga.
Ia bilang, spatula karet yang mulai retak memiliki celah kecil yang dapat menjebak sisa makanan dan kelembapan. Kondisi tersebut membuat bakteri mudah berkembang dan mencemari makanan yang dikonsumsi.
Profesor Ilmu Pangan University of Guelph, Keith Warriner juga menjelaskan, retakan kecil pada spatula memungkinkan terbentuknya biofilm bakteri yang sulit dibersihkan hanya dengan mencuci biasa.
"Bakteri bisa masuk dan membentuk biofilm. Dalam biofilm, bakteri dapat menjadi lebih tahan terhadap panas maupun cairan pembersih seperti pemutih," ujar Warriner dikutip dari Eating Well.
Ia menambahkan, mencuci spatula retak menggunakan mesin pencuci piring juga belum tentu menyelesaikan masalah. Sebab, proses tersebut justru berpotensi melepaskan siloksan dan mikroplastik dari material spatula.
Bakteri yang berkembang pada spatula rusak disebut dapat memicu paparan patogen seperti E. coli dan Salmonella, dua penyebab umum penyakit bawaan makanan atau foodborne illness.
Para ahli menyarankan masyarakat segera mengganti spatula yang retak atau mulai rusak. Sebagai pengganti, disarankan memakai spatula silikon satu bagian tanpa sambungan agar bakteri tidak mudah masuk ke celah antara gagang dan kepala spatula.
Spatula silikon berkualitas yang dirawat dengan baik disebut bisa bertahan lebih dari lima tahun. Sebaliknya, spatula dengan banyak sambungan lebih mudah rusak hanya dalam waktu enam bulan bila tidak dirawat dengan benar.
Selain itu, spatula silikon juga sebaiknya tidak terlalu lama dibiarkan berada di dalam panci panas karena suhu tinggi dapat mempercepat kerusakan materialnya.
Instruktur kuliner Jim Bamboulis mengatakan, kebersihan alat masak mencerminkan kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, menggunakan alat masak yang sudah rusak sama seperti melukis menggunakan kuas yang buruk.
"Kebersihan adalah sebagian dari iman, dan cara kita menggunakan peralatan memasak dan makan mencerminkan rasa hormat yang kita miliki bukan hanya terhadap makanan yang kita hasilkan tetapi juga terhadap tamu yang kita siapkan makanannya," jelas Jim Bamboulis.
Tak hanya spatula, ahli juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan seluruh perlengkapan dapur lain seperti spons, lap dapur, hingga talenan. Spons dapur yang lembap disebut menjadi tempat ideal berkembangnya bakteri, sementara lap dapur sebaiknya diganti setiap hari agar tidak menyebarkan kuman ke permukaan meja maupun peralatan makan.
Untuk talenan, masyarakat disarankan memakai talenan terpisah untuk daging mentah dan bahan makanan lain guna mengurangi risiko kontaminasi.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]