Makanan Jatuh Belum 5 Menit Benarkah Masih Bersih? Ini Kata WHO
Daftar Isi
- 1. Makanan Jatuh 5 Detik Tetap Bisa Terkontaminasi
- 2. Makanan Rusak Tidak Selalu Terlihat atau Berbau Busuk
- 3. Buah dan Sayur Harus Dicuci Sebelum Dikupas
- 4. Ayam Mentah Tidak Perlu Dicuci
- 5. Bakteri Berbahaya Bisa Bertahan di Suhu Beku
- 6. Jangan Cairkan Makanan Beku di Suhu Ruangan
- 7. Keracunan Makanan Bisa Muncul Beberapa Hari Kemudian
- 8. Penyakit Akibat Makanan Bisa Berakibat Fatal
Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengungkap sejumlah fakta penting terkait keamanan pangan yang masih sering disalahpahami masyarakat.
Mulai dari anggapan makanan yang jatuh ke lantai masih aman dimakan dalam waktu lima detik, mencuci ayam mentah sebelum dimasak, hingga keyakinan makanan yang tampak dan berbau normal pasti aman dikonsumsi.
Dalam memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day), WHO dan FAO mengingatkan kesalahan dalam menangani makanan dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kontaminasi bakteri, virus, maupun mikroorganisme berbahaya lainnya. Berikut delapan fakta yang perlu diketahui masyarakat melansir akun resmi PBB @unitednations, Senin (8/6/2026).
1. Makanan Jatuh 5 Detik Tetap Bisa Terkontaminasi
Banyak orang percaya makanan yang jatuh ke lantai masih aman dimakan selama diambil dalam waktu kurang dari lima detik. WHO dan FAO menegaskan anggapan tersebut keliru.
Mikroorganisme dapat berpindah ke makanan secara langsung begitu makanan menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Akibatnya, makanan tersebut tetap berpotensi menyebabkan penyakit.
2. Makanan Rusak Tidak Selalu Terlihat atau Berbau Busuk
Sebagian orang mengandalkan penampilan dan aroma makanan untuk menentukan apakah makanan masih layak dikonsumsi. Namun WHO dan FAO mengingatkan, sebagian besar mikroorganisme berbahaya tidak mengubah warna, bentuk, maupun bau makanan.
Artinya, makanan yang terlihat segar belum tentu bebas dari bakteri atau kuman penyebab penyakit.
3. Buah dan Sayur Harus Dicuci Sebelum Dikupas
Banyak orang menganggap mencuci buah atau sayuran sebelum dikupas tidak diperlukan. Padahal, mencuci bahan pangan dengan air bersih dapat membantu menghilangkan tanah, debu, serta kontaminan lain yang menempel di permukaannya.
Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko perpindahan kotoran ke bagian yang akan dikonsumsi.
4. Ayam Mentah Tidak Perlu Dicuci
Salah satu kebiasaan yang masih umum dilakukan adalah mencuci ayam mentah sebelum dimasak. WHO dan FAO justru menyarankan sebaliknya.
Mencuci ayam mentah dapat menyebabkan percikan air yang membawa mikroorganisme berbahaya ke tangan, peralatan masak, meja dapur, hingga makanan lain di sekitarnya. Risiko kontaminasi silang pun menjadi lebih tinggi.
5. Bakteri Berbahaya Bisa Bertahan di Suhu Beku
Membekukan makanan memang dapat memperlambat aktivitas bakteri. Namun WHO dan FAO menjelaskan, beberapa bakteri berbahaya tetap dapat bertahan hidup dalam suhu beku.
Saat makanan dicairkan, bakteri tersebut bisa kembali aktif dan berkembang biak. Karena itu makanan beku tetap harus dimasak hingga matang sempurna.
6. Jangan Cairkan Makanan Beku di Suhu Ruangan
Banyak orang mencairkan ikan, daging, atau bahan makanan lain dengan cara membiarkannya di meja dapur. WHO dan FAO menegaskan, cara tersebut tidak disarankan karena dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.
Makanan beku sebaiknya dicairkan di dalam lemari pendingin atau menggunakan air dingin yang mengalir.
7. Keracunan Makanan Bisa Muncul Beberapa Hari Kemudian
Gejala penyakit akibat makanan terkontaminasi tidak selalu muncul dalam hitungan jam. WHO dan FAO menyebut beberapa mikroorganisme membutuhkan waktu lebih lama sebelum menyebabkan seseorang sakit.
Sehingga, makanan yang dikonsumsi beberapa hari sebelumnya tetap bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan yang muncul belakangan.
8. Penyakit Akibat Makanan Bisa Berakibat Fatal
WHO dan FAO juga mengingatkan penyakit akibat makanan yang tidak aman dapat berujung pada kematian dalam kasus tertentu.
Risiko tersebut dapat ditekan dengan menerapkan praktik keamanan pangan yang baik, mulai dari menjaga kebersihan dapur, menyimpan makanan pada suhu yang tepat, hingga memastikan makanan dimasak dengan matang.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]