Bungkus Ciki Jadi Hitam-Putih Imbas Perang Iran, Kok Bisa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak perang di Iran mulai terasa hingga ke rak makanan ringan di Jepang. Produsen camilan ternama Jepang, Calbee, memutuskan mengubah kemasan keripik kentangnya menjadi hitam putih akibat krisis bahan baku untuk tinta.
Media-media di Jepang melaporkan perubahan kemasan itu akan mulai dilakukan dalam dua pekan ke depan. Langkah ini diambil karena kelangkaan naphtha, bahan turunan minyak mentah yang digunakan dalam produksi tinta cetak untuk kemasan plastik.
Naphtha sendiri menjadi salah satu komoditas yang terdampak gejolak energi akibat konflik Iran. Bahan ini digunakan luas dalam industri petrokimia, mulai dari plastik, tinta, hingga berbagai produk manufaktur lainnya.
CNBC International melaporkan, perubahan kemasan Calbee menjadi simbol nyata bagaimana perang dan krisis energi global mulai memukul kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.
"Tidak ada hari tanpa kabar perusahaan yang harus melakukan penyesuaian," ujar Kaori Enjoji dari CNBC International dikutip Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, banyak perusahaan di Jepang kini menghadapi kenaikan biaya produksi. Tidak hanya industri makanan ringan, harga plastik untuk kemasan roti hingga berbagai kebutuhan lain juga ikut melonjak.
Kondisi ini dinilai membuka "titik buta" kebijakan energi Jepang. Meski negara tersebut memiliki cadangan minyak mentah, pasokan naphtha disebut tidak mencukupi untuk menopang kebutuhan industri domestik.
Naphtha merupakan komponen penting dalam berbagai sektor strategis. Selain untuk tinta dan plastik, bahan ini juga digunakan di industri otomotif, pertanian, hingga perlengkapan medis.
Krisis ini menjadi perhatian serius karena Jepang merupakan negara dengan populasi menua yang sangat bergantung pada rantai pasok industri dan produk kesehatan.
Dalam laporan CNBC, situasi tersebut bahkan disebut berbanding terbalik dengan pujian terhadap ketahanan ekonomi Jepang dari pejabat Amerika Serikat.
"Datang saja dan tanya masyarakat di sini, mereka akan memberi cerita yang sangat berbeda," kata Enjoji.
(hsy/hsy) Add
source on Google