Warga Diminta Tak Plesiran ke Luar Negeri Imbas Perang Timur Tengah

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
12 May 2026 07:00
Ilustrasi penumpang pesawat. (Freepik)
Foto: Ilustrasi penumpang pesawat. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri India Narendra Modi mengimbau warganya untuk menerapkan kembali Work From Home (WFH) alias kerja dari rumah, mengurangi pembelian emas, dan membatasi perjalanan ke luar negeri demi mengatasi lonjakan harga energi global akibat krisis yang terus berlanjut di Timur Tengah.

Modi mengatakan langkah-langkah penghematan akan mengurangi penggunaan bahan bakar India dan membantu menghemat devisa negara.

Sekitar 90% minyak dari India berasal dari impor. Sejak Selat Hormuz ditutup imbas perang Iran melawan AS-Israel, tagihan minyak mentah India mengalami lonjakan miliaran dolar, seperti dikutip dari laporan BBC. 

Para analis menggambarkan imbauan Modi sebagai kebijakan yang paling drastis sejauh ini.

"Patriotisme bukan hanya tentang kesediaan untuk mengorbankan nyawa di perbatasan. Di masa-masa ini, patriotisme adalah hidup secara bertanggung jawab dan memenuhi kewajiban kita kepada negara dalam kehidupan sehari-hari," kata Modi.

"Dalam situasi saat ini, kita harus sangat menekankan penghematan devisa," tambahnya.

Modi juga mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum seperti metro atau berbagi kendaraan (carpooling) guna menghemat bahan bakar. Ia juga meminta para petani untuk mengurangi penggunaan pupuk hingga setengahnya.

Perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz memukul keras perekonomian di seluruh dunia, terutama di Asia. Banyak negara yang terpuruk akibat kenaikan biaya bahan bakar. Badan Energi Internasional (IEA) menggambarkannya sebagai "gangguan pasokan terbesar dalam sejarah."

China memerintahkan kilang minyaknya untuk menghentikan ekspor bahan bakar untuk sementara waktu, tetapi harga bensin tetap mahal di negara tersebut, bahkan sejumlah maskapai penerbangan China mengurangi penerbangan karena harga avtur naik.

Sejumlah negara bagian Australia menggratiskan transportasi umum atau memangkas tarif hingga setengahnya untuk mendorong orang agar tidak mengemudi.

Filipina menyatakan keadaan darurat nasional pada Maret, menawarkan subsidi kepada pengemudi transportasi, mengurangi layanan feri, dan menerapkan kerja empat hari di kantor untuk pegawai negeri.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tokyo Izinkan Pekerja Pakai Celana Pendek ke Kantor, Ada Apa?


Most Popular
Features