Kasus Virus Mirip Flu Naik di China, Anak Kecil Paling Rentan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus infeksi virus pernapasan mirip flu yang dikenal sebagai human parainfluenza viruses (HPIV) dilaporkan meningkat di China dalam beberapa pekan terakhir. Anak-anak, terutama usia di bawah lima tahun, menjadi kelompok yang paling terdampak.
Melansir Strait Times, Selasa (21/4/2026), data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menunjukkan, tingkat positif HPIV pada pasien dengan gejala mirip influenza mencapai 6,9% pada pekan yang dimulai 6 April. Angka ini naik dari 6,5% pada pekan sebelumnya, dan 4,7% pada pertengahan Maret.
Meski demikian, otoritas kesehatan setempat mencatat aktivitas influenza secara keseluruhan justru menurun. Namun, sejumlah virus pernapasan lain seperti HPIV, rhinovirus, dan respiratory syncytial virus (RSV) masih terus bersirkulasi di masyarakat.
Para ahli menjelaskan, dibandingkan influenza, HPIV cenderung tidak mudah bermutasi, tetapi lebih sering menyerang bayi dan anak kecil. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk khas seperti menggonggong dan suara serak pada anak.
"Secara sederhana, jika anak mengalami batuk menggonggong atau suara serak, maka bisa dicurigai terinfeksi HPIV. Sementara demam tinggi mendadak dan nyeri otot pada semua usia lebih mengarah ke influenza," tulis para ahli.
Virus ini menyebar melalui droplet pernapasan serta kontak dekat, serupa dengan virus flu pada umumnya. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau tetap menjalankan langkah pencegahan dasar, seperti rutin mencuci tangan, memakai masker, serta memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]