Intip Kisah Sukses 'MBG Anak Sekolah' di Gyeonggi Korea

haa,  CNBC Indonesia
20 April 2026 08:30
Director General of Legislative Affairs Park Ho-soon. (CNBC Indonesia/Hadijah Alaydrus)
Foto: Director General of Legislative Affairs Park Ho-soon. (CNBC Indonesia/Hadijah Alaydrus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak hanya India dan Jepang, ternyata ada negara Asia lainnya yang sukses menerapkan Free Meal Program atau makan gratis bagai anak sekolah.

Korea Selatan ternyata sudah memulai program Free Meal Program selama kurang lebih 20 tahun. Salah satu provinsi di Korea Selatan yang sukses memulai program ini adalah Gyeonggi-do.

Director General of Legislative Affairs Park Ho-soon membagikan cerita mengenai awal perjalanan program ini. Pemerintah Provinsi Gyeonggi mulai menyediakan dukungan makanan sekolah secara bertahap mulai tahun 2010.

"Pada tahun 2019, program ini telah diperluas untuk mencakup semua tingkatan kelas-dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, menengah, dan atas-sehingga membentuk sistem makanan sekolah gratis yang sepenuhnya universal," papar Park Ho-soon, kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (20/4/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun CNBC Indonesia, makanan yang disiapkan untuk anak sekolah di provinsi ini disiapkan oleh catering yang ditunjuk langsung oleh sekolah. Setiap penyajian makanan untuk anak sekolah tentu melibatkan nutrisionis sehingga kualitas dan kandungan makanannya bisa terjamin.

Dia pun menjelaskan saat ini, program ini beroperasi melalui pengaturan pembagian biaya antara Kantor Pendidikan Gyeonggido, Pemerintah Provinsi Gyeonggi, dan pemerintah kota.

"Hingga tahun 2026, total anggaran yang dialokasikan untuk program makanan sekolah mencapai sekitar KRW 1,8761 triliun," ungkapnya

"Angka ini mewakili sistem makanan sekolah terbesar di negara ini, yang bermanfaat bagi sekitar 1,56 juta siswa," sambung Park Ho-soon.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah Provinsi Gyeonggi telah melampaui sekadar menyediakan makanan dengan terus meningkatkan kualitas-memperluas penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, memperkuat hubungan dengan produk pertanian lokal, dan memperkuat manajemen keamanan pangan.

Menurutnya, prestasi ini dimungkinkan berkat dukungan institusional dari Majelis Gyeonggi-do atau dewan legislator daerah (DPRD). Pada tahun 2019, melalui amandemen sebagian terhadap "Peraturan Gyeonggido tentang Dukungan untuk Makanan Sekolah Ramah Lingkungan," Majelis Gyeonggi-do memperluas

kelayakan untuk mencakup sekolah-sekolah yang berstatus non-pendidikan wajib.

Dengan demikian, kebijakan ini memberikan akses yang adil atas makanan bergizi gratis bagi semua siswa.

"Majelis Gyeonggido akan terus memperkuat kesehatan siswa dan kesejahteraan pendidikan melalui dukungan keuangan yang stabil dan peningkatan institusional yang berkelanjutan," paparnya.

Penerapan makan gratis bagi anak sekolah di Provinsi Gyeonggi-do ini bisa menjadi contoh baik bagi penerapan Makan Bergizi Gratis atau MBG bagi anak sekolah di Indonesia.

(haa/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Resesi Seks Kian Parah, 4.000 Sekolah di Korea Terpaksa Tutup


Most Popular
Features