3 Tanda Anda dan Pasangan Tak Jodoh secara Finansial

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
13 April 2026 10:30
Ilustrasi : Pexels/Budgeron Bach
Foto: Ilustrasi : Pexels/Budgeron Bach
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan saat memilih pasangan, salah satu di antaranya adalah soal kecocokan dalam keuangan. Mulai dari memutuskan siapa yang membayar kencan pertama hingga menentukan cara membagi tagihan saat tinggal bersama, isu soal uang akan terus muncul sepanjang hubungan.

Di antara orang dewasa lajang, 74% mengatakan stabilitas keuangan adalah salah satu sifat yang paling menarik dari pasangan. Sekitar 60% mengatakan kompatibilitas keuangan lebih penting daripada kecocokan dalam perekonomian saat ini, menurut survei terbaru terhadap lebih dari 2.100 warga Amerika berusia 18 tahun ke atas dari The Harris Poll.

Kecocokan dalam keuangan sangat penting dalam hubungan karena uang tidak hanya membentuk gaya hidup, tapi juga mencerminkan sifat dan sikap kepribadian lainnya, kata Valerie Galinskaya, kepala Merrill Center for Family Wealth.

"Seringkali uang mewakili hal-hal lain seperti cinta, kendali, kekuasaan. Dan jika orang, terutama pasangan, tidak meluangkan waktu untuk benar-benar memikirkan hal itu, mereka sebenarnya tidak mempersiapkan diri untuk sukses," kata Galinskaya dikutip dari CNBC Make It.

Berikut adalah tiga tanda Anda tidak cocok dengan pasangan secara finansial menurut Galinskaya:

1. Menghindari obrolan soal uang

Anda tidak harus selalu memberi informasi soal gaji atau jumlah utang saat kencan pertama, tetapi seiring hubungan berjalan, menghindari obrolan soal uang bisa menjadi red flag.

Ia menekankan bahwa ada perbedaan antara "privasi dan kerahasiaan." Galinskaya mengatakan, setiap pasangan akan sulit untuk mencapai tujuan bersama seperti membeli rumah jika salah satunya kerap menyembunyikan hal-hal seperti utang atau tabungan.

2. Kontrol keuangan yang tak seimbang

Dalam hubungan, keuangan kerap menjadi salah satu sumber konflik terbesar. Namun, ada bentuk yang lebih halus dan sering luput disadari, yaitu kontrol finansial yang tidak sehat-ketika salah satu pihak mulai mengatur, membatasi, atau mendominasi keputusan keuangan pasangan secara berlebihan.

Keterbukaan finansial memang penting. Namun, menjadi tidak sehat ketika berubah menjadi kontrol-misalnya meminta akses penuh ke rekening, mengecek setiap transaksi, atau menuntut laporan detail setiap hari.

Salah satu pasangan yang mencoba mengontrol keuangan pasangannya dapat menjadi tanda ketidakcocokan, kata Galinskaya. 

Selain itu, kontrol atas keuangan pasangan dapat menjadi tanda pelecehan ekonomi, yang merupakan bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Pasangan harus berupaya untuk membuat keputusan bersama dalam hal uang, tetapi hal itu dapat mulai menjadi masalah jika Anda ingin membuat keputusan sendiri.

3. Beda ambisi

Menurut Galinskaya, Anda dan pasangan tidak perlu memiliki pendapatan yang sama atau serupa untuk bisa serasi, tetapi Anda berdua harus memiliki tujuan yang selaras.

Jika salah satu pasangan berorientasi pada karier sementara yang lain sering berganti pekerjaan atau tidak termotivasi untuk terus membangun kariernya, itu "bisa menjadi cerminan bahwa orang tersebut tidak akan benar-benar berkontribusi," katanya. "Bukan hanya secara finansial, tetapi juga memberikan insight, waktu, dan upaya mereka dalam sebuah hubungan."

Salah satu strategi yang disarankan Galinskaya adalah agar pasangan mulai dengan mendefinisikan apa arti kesuksesan bagi mereka, apakah itu membangun bisnis bersama atau memastikan mereka memiliki cukup tabungan untuk pensiun. Kemungkinan besar Anda tidak akan mencapai tujuan tersebut jika Anda tidak terlebih dahulu mengomunikasikannya satu sama lain.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Makin Go Public, Katy Perry & Justin Trudeau Pamer Kemesraan di IG


Most Popular
Features