7 Tanda Kekerasan Finansial dalam Rumah Tangga, Pasutri Wajib Tahu!

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
06 February 2026 14:04
Ilustrasi pertengkaran pasangan. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi pertengkaran pasangan. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu berbentuk fisik. Salah satu bentuk yang paling sering luput disadari adalah penyalahgunaan finansial (financial abuse). Bentuk kekerasan ini kerap terjadi secara perlahan, tampak "normal", bahkan dibungkus dengan alasan tanggung jawab atau cinta.

Penyalahgunaan finansial adalah alat kontrol yang bisa menghilangkan kebebasan, rasa aman, dan kemandirian seseorang.

Apa Itu Penyalahgunaan Finansial?

Penyalahgunaan finansial adalah tindakan mengontrol, membatasi, atau mengeksploitasi uang dan aset seseorang dengan tujuan menciptakan ketergantungan dan ketidakberdayaan.

Menurut Respect Victoria, lembaga pencegahan kekerasan keluarga di Australia, penyalahgunaan finansial merupakan bagian dari kekerasan dalam hubungan dan bisa terjadi pada siapa saja baik pasangan, anggota keluarga, hingga orang tua lanjut usia. Yang membuatnya berbahaya, kekerasan ini sering:

  • Tidak meninggalkan luka fisik

  • Terjadi secara bertahap

  • Sulit dikenali oleh korban maupun orang di sekitarnya

Mengapa Penyalahgunaan Finansial Sangat Berbahaya?

Uang bukan sekadar alat transaksi. Dalam hubungan, uang berkaitan langsung dengan:

  • Akses terhadap kebutuhan dasar

  • Kebebasan mengambil keputusan

  • Kesempatan bekerja dan berkembang

  • Kemampuan keluar dari hubungan yang tidak sehat

Ketika seseorang kehilangan kendali atas keuangannya, ia kehilangan pilihan hidup. Inilah mengapa penyalahgunaan finansial sering menjadi fondasi bagi bentuk kekerasan lain, seperti kekerasan emosional bahkan fisik.

Tanda-Tanda Penyalahgunaan Finansial yang Perlu Diwaspadai

Berikut red flags penyalahgunaan finansial yang paling umum, sebagaimana dijelaskan oleh Respect Victoria:

1. Kontrol Ketat atas Uang

  • Tidak diberi akses ke rekening bank atau informasi keuangan

  • Semua keputusan keuangan diambil sepihak

  • Uang "dipegang" oleh satu pihak tanpa transparansi

Jika kamu harus meminta izin untuk menggunakan uang sendiri, ini bukan hal sepele.

2. Dipaksa Berutang atau Menanggung Risiko

  • Dipaksa mengambil pinjaman, cicilan, atau kartu kredit atas nama sendiri

  • Disuruh menandatangani dokumen keuangan tanpa penjelasan jelas

  • Menanggung utang pasangan tanpa persetujuan sadar

Risiko finansial dipindahkan ke satu pihak, sementara kontrol tetap di pihak lain.

3. Dilarang atau Dihalangi Bekerja

  • Dilarang bekerja, melanjutkan karier, atau menerima promosi

  • Dipaksa berhenti bekerja dengan alasan keluarga

  • Penghasilanmu diambil atau dikontrol sepenuhnya

Mencegah seseorang bekerja adalah cara efektif untuk menciptakan ketergantungan total.

4. Menyembunyikan Aset dan Informasi

  • Aset keluarga disimpan atas nama satu pihak saja

  • Penghasilan atau tabungan disembunyikan

  • Pengeluaran besar dilakukan tanpa sepengetahuan pasangan

Ketidakjujuran finansial yang sistematis adalah bentuk manipulasi.

5. Pengawasan Berlebihan atas Pengeluaran

  • Setiap transaksi dipertanyakan atau dipermasalahkan

  • Dimarahi karena belanja kebutuhan dasar

  • Harus memberi laporan detail atas pengeluaran kecil

Ini bukan soal disiplin keuangan, melainkan pengendalian perilaku.

Penyalahgunaan Finansial vs Pengelolaan Keuangan Bersama

Tidak semua pembagian peran keuangan adalah kekerasan. Hubungan finansial yang sehat ditandai oleh:

  • Keputusan dibuat bersama

  • Transparansi pendapatan dan pengeluaran

  • Akses adil terhadap uang

  • Ruang untuk pendapat dan pilihan pribadi

Masalah muncul ketika satu pihak kehilangan suara dan pilihan.

Mengapa Banyak Korban Tidak Menyadarinya?

Penyalahgunaan finansial sering disamarkan sebagai:

  • "Aku lebih paham soal uang"

  • "Biar aku saja yang atur"

  • "Ini demi kebaikan kita"

Karena terjadi perlahan, korban kerap baru menyadari saat:

  • Tidak punya tabungan sama sekali

  • Terjebak utang

  • Tidak mampu keluar dari hubungan bermasalah

Cara Melindungi Diri dari Penyalahgunaan Finansial

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:

  1. Pertahankan Akses ke Rekening Pribadi, Meski memiliki rekening bersama, tetap punya rekening atas nama sendiri.

  2. Pahami Semua Keputusan Keuangan, Jangan menandatangani dokumen tanpa memahami konsekuensinya.

  3. Bicarakan Keuangan Sejak Awal Hubungan, Diskusi soal uang bukan tabu-justru penting untuk melihat kesetaraan.

  4. Percayai Rasa Tidak Nyaman, Jika kamu merasa dikontrol, itu sinyal penting.

Jika Kamu atau Orang Terdekat Mengalaminya

Penyalahgunaan finansial bukan konflik biasa. Ini adalah bentuk kekerasan yang nyata. Jika melihat tanda-tandanya pada diri sendiri atau orang lain:

  • Dengarkan tanpa menghakimi

  • Validasi perasaan korban

  • Dorong untuk mencari bantuan profesional atau lembaga pendamping

Kesimpulan

Penyalahgunaan finansial adalah kekerasan yang senyap namun menghancurkan. Ia merampas bukan hanya uang, tetapi juga kemandirian, harga diri, dan masa depan seseorang.

Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat. Dalam hubungan yang sehat, uang seharusnya menjadi alat kerja sama-bukan alat kekuasaan.

(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

Most Popular
Features