Warga AS Diimbau Tunda Ibadah Haji di Tengah Perang, RI Bagaimana?
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi menyarankan warga Amerika untuk mempertimbangkan kembali rencana ibadah haji tahun ini di tengah eskalasi regional yang sedang berlangsung.
"Sesuai dengan Peringatan Perjalanan Arab Saudi, dan karena situasi keamanan yang sedang berlangsung dan gangguan perjalanan yang terjadi secara berkala, kami menyarankan untuk mempertimbangkan kembali ibadah haji tahun ini," kata kedutaan, dikutip dari Anadolou Agency.
"Mulai 18 April, setiap orang yang mencoba memasuki Mekah akan diminta untuk menunjukkan visa haji, kartu identitas penduduk yang dikeluarkan dari Mekah, atau izin kerja Mekah yang masih berlaku. Pemegang visa lainnya harus meninggalkan Mekah sebelum 18 April," tambahnya.
Kedutaan juga menyerukan kepada warga AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Tidak ada imbauan untuk menunda haji dari Pemerintah Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah Indonesia mengatakan pemberangkatan calon jamaah haji Gelombang I akan dimulai pada 22 April 2026.
Ketegangan regional terus meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.Â
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]