Menkes BGS Spill Cara Alami Tekan Kolesterol: Pakai Cuka Apel

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Rabu, 01/04/2026 15:30 WIB
Foto: Ilustrasi kolesterol. (Edward Ricardo/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bilang, kebiasaan langsung minum obat penurun kolesterol setelah makan makanan berlemak ternyata tidak selalu jadi solusi utama. Ia pun membagikan alternatif alami yang bisa dicoba masyarakat.

Dalam program Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram, Budi menyoroti kebiasaan banyak orang yang mengandalkan obat seperti simvastatin setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, misalnya hidangan bersantan. Menurut ia, ada cara sederhana yang bisa membantu tubuh mengelola kadar gula dan kolesterol, yakni dengan mengonsumsi cuka apel.

"Cuka apel ini bagus untuk membantu pencernaan kita karena bisa mengurangi lonjakan gula, kolesterol, dan membantu pembakaran lemak," ujar Budi dikutip dari Instagram reel @bgsadikin, Rabu (1/4/2026).

Budi menjelaskan, cuka apel tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Cara yang dianjurkan adalah mencampurkan satu sendok makan cuka apel ke dalam segelas air putih, lalu diaduk hingga merata.

Namun, ia mengingatkan agar tidak meminumnya langsung dari gelas. Kandungan asam pada cuka apel berisiko merusak enamel gigi, sehingga disarankan menggunakan sedotan.

Cuka apel sebaiknya dikonsumsi sekitar 15 hingga 20 menit sebelum makan besar, terutama saat akan menyantap makanan berlemak. Dengan cara ini, tubuh diharapkan lebih siap dalam mengelola lonjakan gula darah dan lemak dari makanan yang dikonsumsi.

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa cuka apel bukan obat ajaib yang bisa langsung menurunkan kolesterol secara instan.
Ia menekankan pentingnya pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari menjaga pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan harian.

"Ini bukan sihir menghilangkan kolesterol. Tetap harus dibarengi pola hidup sehat," jelasnya.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Klinik Estetika Bersaing Ketat, Teknologi AI Jadi Solusi