Hong Kong Genjot Wisata Outdoor, Bidik Turis Indonesia

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 19:25 WIB
Foto: Restoran terapung yang ikonik di Hong Kong. (AP Photo/Kin Cheung)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hong Kong tak lagi sekadar identik dengan gemerlap gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk kota. Kini, wilayah administratif khusus China tersebut mulai membidik wisatawan Indonesia yang gemar bertualang dan mencari pengalaman lebih dari sekadar belanja serta kuliner.



Setelah menggarap pasar wisata halal, Hong Kong kini mulai menggenjot pasar wisata outdoor lewat kampanye The Great Outdoor Hong Kong. Strategi ini menyasar tren baru di kalangan pelancong Tanah Air yang kian tertarik pada perjalanan berbasis alam dan aktivitas eksploratif.

Di balik lanskap urban yang padat, Hong Kong menyimpan sisi lain yang belum banyak dikenal. Dalam waktu singkat dari pusat kota, wisatawan bisa langsung mengakses jalur pendakian, pantai, hingga pulau-pulau tenang yang menawarkan pengalaman berbeda.

"Seiring semakin banyaknya wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang penuh kesadaran dan dekat dengan alam, kami ingin menyoroti berbagai sisi Hong Kong yang belum banyak dikenal," ujar Regional Director Southeast Asia Hong Kong Tourism Board (HKTB), Liew Chian Jia dalam media briefing di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, Hong Kong kini ingin diposisikan bukan hanya sebagai kota global, tetapi juga sebagai gerbang petualangan alam yang mudah dijangkau.

"Hong Kong juga merupakan gerbang menuju ragam petualangan outdoor yang menakjubkan," tambahnya.

Ragam destinasi pun disiapkan untuk menjawab kebutuhan para adventure seeker, mulai dari kawasan pesisir Sai Kung dengan air laut jernih dan formasi batuan vulkanik, hingga Hong Kong UNESCO Global Geopark yang menyuguhkan lanskap geologi unik.

Bagi pecinta ketinggian, Tai Mo Shan atau puncak tertinggi di Hong Kong, menawarkan panorama dari atas awan. Sementara itu, jalur hiking seperti Dragon's Back dan MacLehose Trail menghadirkan pengalaman trekking dengan tingkat kesulitan beragam, dari pemula hingga penjelajah berpengalaman.

Tak hanya itu, aktivitas seperti stand-up paddleboarding, bersepeda di jalur pesisir, hingga menjelajahi pulau seperti Cheung Chau turut menjadi daya tarik. Seluruhnya dirancang agar tetap ramah bagi wisatawan yang baru mencoba aktivitas outdoor.

Pengalaman ini juga dirasakan kreator konten Indonesia, Niky Putra. Ia mengaku terkejut dengan kemudahan akses menuju destinasi alam di Hong Kong.

"Aku cukup kaget karena dari pusat kota, kita bisa dengan cepat sampai ke pegunungan, pantai, atau pulau-pulau kecil yang tenang. Bahkan cukup dengan transportasi umum, dalam waktu singkat sudah bisa menikmati suasana alam," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Hal senada disampaikan kreator konten Vino, yang menemukan pengalaman baru selama perjalanan tersebut.


"Ini pertama kalinya aku coba stand-up paddling, dan ternyata seru sekali. Mengayuh dengan pemandangan pulau di sekeliling itu jadi pengalaman yang sangat berkesan," katanya.

Ia menambahkan, kemudahan akses dan infrastruktur yang memadai membuat Hong Kong terasa ramah, terutama bagi wisatawan Indonesia yang ingin mencoba aktivitas outdoor tanpa harus memiliki kemampuan ekstrem.

Untuk mendekatkan diri dengan pasar Indonesia, HKTB juga menggandeng Eiger dalam mempromosikan pengalaman Great Outdoor Hong Kong.

Kolaborasi ini tak sekadar kampanye, tetapi juga menunjukkan bagaimana perlengkapan outdoor dapat mendukung eksplorasi di berbagai medan, mulai dari jalur pesisir hingga pegunungan.

Brand Product Marketing Manager Eiger, Satria Nurzaman, mengatakan makna petualangan kini semakin luas dan inklusif.

"Petualangan kini lebih inklusif, lebih mudah dijangkau, dan hadir dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ia menilai Hong Kong menjadi contoh destinasi yang mampu memadukan energi urban dan lanskap alam secara bersamaan.

"Hong Kong adalah tempat luar biasa, di mana energi urban dan lanskap alam tidak saling bersaing, tetapi berdampingan," katanya.

Dengan pendekatan ini, Hong Kong berharap dapat memperluas daya tariknya di mata wisatawan Indonesia, bukan hanya sebagai destinasi kota, tetapi juga sebagai playground baru bagi para pecinta petualangan.

Sebagai informasi, sepanjang 2025, tercatat sekitar 382.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Hong Kong. Angka tersebut berkontribusi pada total kunjungan global yang mencapai 49,9 juta wisatawan.


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Klinik Estetika Bersaing Ketat, Teknologi AI Jadi Solusi