Daftar Buah yang Paling Bahaya untuk Penderita Diabetes

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 12:10 WIB
Foto: Reuters
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Ahli medis merekomendasikan penderita diabetes untuk mengonsumsi buah-buahan. Namun, tidak semua buah sama. Sebab ada beberapa buah, yang memiliki kandungan gula lebih tinggi. Menghindari buah-buahan ini dapat membantu mengurangi risiko lonjakan gula darah.

Berikut adalah deretan buah dan produk buah tinggi gula yang harus dihindari penderita diabetes seperti dikutip dari Medical News Today:


1. Buah tinggi gula

Beberapa buah memiliki kandungan gula yang jauh lebih tinggi daripada yang lain. Buah-buahan dengan kandungan gula tinggi meliputi:

  • semangka
  • pisang yang terlalu matang
  • nanas

Catatan: buah-buahan ini masih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, dan tidak perlu dihindari sepenuhnya. Namun, penting untuk membatasi konsumsinya. 

2. Buah tinggi karbohidrat

Karbohidrat adalah makronutrien penting dan sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Namun, asupan karbohidrat memiliki dampak signifikan terhadap kadar gula darah, menurut Diabetes UK.

Buah-buahan yang tinggi karbohidrat:

  • anggur merah
  • pisang
  • apel fuji
  • mangga
  • nanas

3. Jus buah

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa minum jus buah dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah seseorang.

Tidak seperti makan buah segar yang mengandung serat, jus buah merupakan sumber gula terkonsentrasi yang bisa dengan cepat meningkatkan kadar gula darah seseorang.

4. Buah kering

Karena penghilangan air dalam proses pengeringan, buah kering memiliki konsentrasi gula yang jauh lebih tinggi per volume relatif dengan buah segar.

Karena ukurannya kecil dan padat kalori, banyak orang cenderung makan lebih banyak buah kering tanpa sadar, sehingga asupan gula meningkat.

Meski beberapa buah kering punya indeks glikemik rendah-sedang, tetap saja kandungan gulanya tinggi sehingga bisa memengaruhi kadar gula darah jika berlebihan.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Klinik Estetika Bersaing Ketat, Teknologi AI Jadi Solusi