5 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Batu Ginjal, Stop Sekarang!
Jakarta, CNBC Indonesia - Ginjal berfungsi sebagai organ penting yang menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan serta zat kimia dalam tubuh. Organ ini menyaring limbah metabolisme dan racun dari darah, lalu membuangnya dalam bentuk urine.
Saat fungsi ginjal terganggu, tubuh tidak lagi mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah secara efektif. Akibatnya, zat sisa metabolisme dan racun dapat menumpuk dalam tubuh sehingga memicu berbagai keluhan seperti mudah lelah, mual, bengkak pada kaki atau wajah, hingga masalah organ lain yang dapat berakibat fatal.
Batu ginjal atau nefrolitiasis umumnya menyebabkan rasa nyeri yang cukup intens. Penyakit ini terjadi ketika terbentuknya massa padat di dalam ginjal.
Dalam kasus tertentu, batu ginjal bisa keluar secara alami setelah banyak minum air dan bantuan obat. Tetapi jika batu ginjalnya cukup besar, prosedur medis yang lebih komplek perlu dilakukan dengan dokter.
Ternyata ada beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan faktor risiko penyebab batu ginjal. Berikut adalah pemicunya yang wajib dihindari:
1. Kurang minum air putih
Sebuah artikel di jurnal European Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa volume urine yang rendah merupakan faktor risiko utama pembentukan batu ginjal. Kondisi ini biasanya terjadi saat asupan cairan kurang, sehingga urine menjadi lebih pekat dan mineral mudah mengkristal.
Bahkan, meta-analisis menunjukkan bahwa orang dengan asupan cairan tinggi memiliki risiko batu ginjal yang jauh lebih rendah, dengan penurunan risiko hingga sekitar 50-60% dibanding yang kurang minum.
2. Konsumsi garam dan gula berlebih
Asupan garam atau natrium tinggi membuat ginjal membuang lebih banyak kalsium ke dalam urine (hiperkalsiuria). Kalsium yang berlebih ini dapat berikatan dengan oksalat atau fosfat dan membentuk kristal, yang lama-kelamaan menjadi batu ginjal. Studi dalam jurnal seperti Clinical Journal of the American Society of Nephrology menunjukkan bahwa diet tinggi garam berkaitan dengan peningkatan ekskresi kalsium urine dan risiko batu ginjal.
Sementara itu, penelitian dalam jurnal seperti Journal of the American Society of Nephrology menemukan bahwa konsumsi minuman berpemanis berkorelasi dengan peningkatan risiko batu ginjal.
3. Terlalu banyak makan protein hewani
Makan terlalu banyak protein hewani, seperti daging merah, unggas, telur, dan makanan laut, meningkatkan kadar asam urat dan dapat menyebabkan batu ginjal. Makanan tinggi protein hewani juga mengurangi kadar sitrat urin, zat kimia dalam urin yang bermanfaat membantu mencegah pembentukan batu ginjal.
4. Berat badan berlebih
Obesitas dikaitkan dengan beberapa penyakit penyerta yang terkait dengan peningkatan risiko batu ginjal, dan perempuan yang kelebihan berat badan lebih rentan terhadap risiko ini, menurut studi. Karena itu, menjaga berat badan yang sehat jadi salah satu cara efektif mencegah batu ginjal.
5. Terlalu sering konsumsi makanan kaya oksalat
Bukan hanya makanan tidak sehat yang bisa menjadi masalah. Oksalat, yang ditemukan di sejumlah buah, sayuran, dan kacang-kacangan tertentu, dapat menyebabkan pembentukan kristal di ginjal. Jadi, penting untuk mengetahui makanan mana yang rendah oksalat.
Makanan yang tinggi oksalat antara lain bayam, kacang kedelai, pokcoy, dan buah bit.
(hsy/hsy) Add
source on Google