Dulu Hidup Melarat, 5 Pengusaha Ini Kini Jadi Konglomerat RI

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
16 March 2026 10:25
Bob Sadino. (Ist)
Foto: Bob Sadino. (Ist)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak konglomerat Indonesia tidak lahir dari keluarga kaya. Sebagian dari mereka bahkan pernah hidup sangat sulit, bekerja serabutan hingga merantau dengan modal minim.

Dari kondisi itulah mereka membangun mental dan kerja keras yang akhirnya membawa mereka menjadi pengusaha besar. Berikut lima pengusaha Indonesia yang pernah merasakan hidup melarat sebelum akhirnya sukses.

1. Tomy Winata

Tomy Winata dikenal sebagai pengusaha di balik kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta serta pendiri Artha Graha Group.

Namun sebelum sukses, hidupnya penuh keterbatasan. Ia merupakan anak yatim piatu dan pernah bekerja sebagai kuli bangunan untuk bertahan hidup. Saat remaja, Tomy merantau ke Jakarta hanya dengan tiga pasang pakaian dan uang sekitar Rp30 ribu.

Ia sempat mengalami beberapa kegagalan bisnis, termasuk proyek investasi yang tidak berjalan baik. Meski begitu, Tomy terus mencoba hingga akhirnya berhasil membangun jaringan bisnis besar yang kini bergerak di berbagai sektor seperti properti, perbankan, konstruksi, hingga perhotelan.

2. Ciputra

Ciputra atau Tjiputra dikenal sebagai salah satu pionir bisnis properti di Indonesia. Ia mendirikan dan mengembangkan berbagai kelompok usaha seperti Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Masa kecilnya tidak mudah. Kehidupan keluarganya berubah setelah ayahnya ditangkap tentara Jepang dan meninggal dunia di penjara. Sejak saat itu, Ciputra harus hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia bersama dua temannya mencoba menawarkan jasa arsitektur untuk mendapatkan penghasilan. Dari proyek kecil tersebut, ia perlahan membangun reputasi hingga akhirnya dipercaya mengerjakan proyek-proyek besar.

3. Sudono Salim

Sudono Salim atau Liem Sioe Liong merupakan pengusaha Indonesia yang berasal dari keluarga imigran China. Ia datang ke Indonesia pada 1939 untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada masa awal kedatangannya, ia bahkan sempat hidup sebagai gelandangan selama beberapa hari. Untuk bertahan hidup, ia mulai berdagang cengkeh dan memperluas jaringan bisnisnya ke berbagai wilayah.

Setelah Indonesia merdeka, ia kembali membangun usaha dan kemudian mendirikan Bank Central Asia (BCA). Ia juga mengembangkan bisnis di industri pangan melalui Bogasari dan Indofood serta merambah ke berbagai sektor lain. Sudono Salim meninggal dunia pada 2012.

4. Bob Sadino

Bambang Mustari Sadino atau Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha dengan gaya santai. Namun perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus.

Ia pernah menjalankan bisnis penyewaan mobil, tetapi usaha tersebut gagal setelah mengalami kecelakaan. Setelah itu, Bob memulai usaha baru dengan menjual telur ayam dari rumah ke rumah.

Ia memulai usaha tersebut dengan memelihara sekitar 50 ekor ayam. Dari usaha sederhana itu, bisnisnya berkembang hingga ia dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bob Sadino meninggal dunia pada 2015.

5. Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri Sinar Mas Group yang memiliki bisnis di berbagai sektor seperti keuangan, telekomunikasi, dan infrastruktur.

Ia lahir dalam keluarga sederhana dan merantau ke Makassar sejak kecil. Untuk membantu keluarganya yang terlilit utang, ia sudah berdagang sejak usia muda, mulai dari menjual biskuit hingga berbagai barang kebutuhan lainnya.

Meski hanya menamatkan pendidikan hingga sekolah dasar, Eka berhasil membangun usaha yang kemudian berkembang menjadi Sinar Mas Group. Ia tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia sebelum meninggal dunia pada 2019.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]


Most Popular
Features