Ikan Favorit Warga RI yang Ternyata Menyerap Racun dalam Air

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 March 2026 08:30
Sejumlah warga mencari ikan di (TPU) Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (27/7/20). Sisa genangan air tersebut masih merendam sebagian makam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) 

Genangan air setinggi 10 hingga 30 centimeter yang merendam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, bak seperti danau. Kondisi pemakaman yang sering terkena banjir itu pun disulap warga menjadi tempat mencari ikan.

Syaiful Bahri (36), petugas makam sejak 1991 itu menyampaikan, banyak warga yang datang TPU Semper untuk mencari ikan ketika makam tersebut digenangi air. Syaiful juga menyampaikan, beragam jenis ikan seperti lele, mujair dan gabus sering didapat warga kala memancing di pemakamaan tersebut.

"Suah biasa itu, emang kalau banjir suka ada warga yang mancing. Ada mujair, gabus, lele sama betok," kata Syaiful saat ditemui di TPU Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (27/7/2020).

Syaiful mengungkapkan fenomena tersebut memang sudah bisa terjadi setiap tahun. Menurutnya, setiap musim penghujan yang mengakibatkan banjir sudah pasti sebagian warga memanfaatkan untuk menacari ikan.

Dari pantauan CNBC Indonesia di TPU Semper, makam yang terendam banjir berada di Unit Islam. Lokasi terparah yang digenangi air terletak di Blok A II Blad 41-49, Blok AA II Blad 50-58 dan Blok AA Blad 50-58. Di lokasi tersebut, hampir seluruh makam terendam sekitar 10-10-30 centimeter.    

Kondisi banjir tersebut biasa terjadi ketika musim penghujan. Hal itu mengakibatkan kondisi permukaan tanah yang lebih rendah dari permukaan laut jadi pasti terendam.

Setidaknya ada ribuan makam yang terendam akibat banjir. Sedangkan jumlah makam di TPU Semper yang luasanya sekitar 57 hektar itu sendiri berjumlah 90 ribu.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: TPU Semper yang tergenang air (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lele merupakan salah satu ikan paling populer di Indonesia. Lezat, kaya nutrisi, dan mudah disiapkan, ikan lele memiliki sejarah panjang di seluruh dunia. Terdapat lebih dari 2.000 spesies ikan lele, yang ditemukan di setiap benua kecuali Antartika.

Mengutip Seafood Watch, ikan lele memiliki profil lemak yang sehat. Kandungan lemak jenuhnya rendah (sekitar 1 gram per porsi tergantung jenisnya) sekaligus merupakan sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA yang kaya (hingga 300 miligram per porsi). Artinya, ikan ini juga membantu mendukung kesehatan jantung dan fungsi otak.

Meski begitu, penelitian menunjukkan ikan lele (Clarias sp. dan spesies catfish lainnya) mampu mengakumulasi berbagai polutan seperti logam berat dan polutan organik persisten melalui penyerapan air, bahan makanan yang terkontaminasi, dan limbah industri, yang kemudian dapat terakumulasi di jaringan ikan tersebut.

Ikan lele dapat mengakumulasi polutan seperti PCB, pestisida, dan logam berat (merkuri, timbal, kadmium) dari air dan sedimen yang terkontaminasi, menurut riset yang dipublikasikan di Environmental Research.

Ikan lele liar dari sungai yang tercemar memiliki risiko lebih tinggi daripada ikan lele dari perairan yang lebih bersih.

Studi di Sungai Paraopeba (Brasil) melaporkan bahwa logam berat seperti Hg, Cd, Cr, Pb, dan Zn terakumulasi dalam jaringan ikan lele. Kandungan logam berat sering kali lebih tinggi di organ internal, yang menunjukkan potensi risiko bagi kesehatan jika dimakan secara terus-menerus.

Agar tidak waswas saat mengonsumsi ikan lele, pilihlah ikan yang dibudidayakan dalam kolam bersih dan terawasi. Sebab, risiko kesehatan pada lele umumnya berasal dari paparan polutan lingkungan, bukan dari ikannya sendiri.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ikan Favorit Warga RI yang Ternyata Menyerap Racun dalam Air


Most Popular
Features