Pemerintah Korea Selidiki Calo Tiket Jelang Konser Comeback BTS
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan mulai menyelidiki praktik calo tiket menjelang konser comeback grup K-pop BTS di Gwanghwamun Square. Otoritas menemukan ribuan unggahan penjualan tiket ilegal di internet.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengumumkan telah mengambil langkah hukum terhadap praktik penjualan kembali tiket konser populer yang belakangan menjadi isu sosial di negara tersebut.
Berdasarkan pemantauan intensif di berbagai platform jual beli daring, pemerintah menemukan 1.868 unggahan yang menawarkan tiket konser BTS, termasuk yang berulang. Padahal, kebijakan penjualan tiket menetapkan satu tiket untuk satu orang serta melarang pemindahtanganan tiket.
Dari temuan tersebut, kementerian meminta National Police Agency untuk menyelidiki empat kasus yang melibatkan 105 tiket. Para penjual diduga memperoleh sejumlah tiket untuk sesi pertunjukan yang sama lalu menjualnya kembali dengan harga lebih mahal.
Pemerintah juga menegaskan, pembeli tiket hasil calo kemungkinan besar tidak dapat masuk ke lokasi konser. Hal ini karena panitia menerapkan verifikasi identitas yang ketat bagi setiap pemegang tiket.
Penyelenggara acara pun memperingatkan, membeli tiket dari calo berisiko membuat penggemar membayar mahal tanpa bisa menonton konser. Selain itu, pemerintah memperkirakan praktik calo dan penipuan tiket dapat meningkat seiring pengumuman penjualan tiket tambahan untuk konser tersebut. Karena itu, panitia, vendor tiket, dan operator platform diminta menghapus unggahan yang melanggar kebijakan penjualan tiket.
Pemerintah juga meminta agar dugaan transaksi tidak wajar, termasuk penggunaan program otomatis atau macro untuk membeli tiket dalam jumlah besar, segera dilaporkan ke pusat pelaporan praktik percaloan tiket.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young menegaskan praktik percaloan merusak ekosistem industri pertunjukan. Menurutnya, praktik tersebut juga memanfaatkan antusiasme penggemar terhadap budaya populer.
"Scalping mengganggu distribusi tiket yang sehat di pasar pertunjukan dan mengeksploitasi kecintaan penggemar terhadap budaya populer," ujar Chae Hwi-young dikutip dari Chosun Daily, Kamis (12/3/2026).
Sebagai informasi, BTS dijadwalkan merilis album penuh kelima berjudul ARIRANG pada 20 Maret 2026 pukul 13.00 waktu setempat. Sehari setelahnya, grup tersebut akan menggelar acara BTS Comeback Live: ARIRANG di Gwanghwamun Square, Seoul secara gratis Sementara untuk konser tur dunia berbayar akan dibuka perdana pada 9 April di Goyang Korea Selatan.
source on Google [Gambas:Video CNBC]