13 Makanan Ini Pantang Dikonsumsi Penderita GERD & Asam Lambung

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 08/03/2026 08:15 WIB
Foto: Hans Martin Paul via Pixabay
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan asam lambung menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini berkaitan dengan sistem pencernaan dan dapat memicu berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Saat asam lambung meningkat atau kambuh, penderita biasanya merasakan nyeri pada bagian ulu hati. Selain itu, keluhan lain seperti mual hingga muntah juga kerap muncul dan membuat tubuh terasa tidak nyaman.


Munculnya gejala asam lambung sering kali dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari pola makan yang kurang tepat, tekanan stres, hingga kebiasaan tertentu seperti merokok. Karena itu, menjaga pola hidup dan memperhatikan asupan makanan menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari makanan dan minuman tertentu yang diketahui dapat memicu naiknya asam lambung. Berikut sejumlah jenis makanan yang sebaiknya dihindari penderita GERD, dilansir Eat This Not That.

1. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Itu artinya lambung harus menggunakan banyak asam untuk memecahnya.

Ditambah lagi, makanan berlemak tinggi menyebabkan tubuh melepaskan garam empedu dan hormon yang disebut kolesistokinin, yang merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah, atau LES, sehingga lebih banyak asam yang naik ke esofagus. Untuk mengurangi refluks, hindari pilihan makanan yang digoreng seperti ayam goreng, kentang goreng, dan steak mozzarella.

2. Jeruk

Buah jeruk yang kaya akan kalium, vitamin C, dan serat sangat baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Namun, untuk penderita asam lambung atau GERD, jeruk dapat menimbulkan masalah.

Asam dari jeruk dapat mendorong lambung untuk menghasilkan asam berlebih. Cobalah untuk tidak mengonsumsi lemon, jeruk nipis, jeruk, dan jeruk bali saat refluks kambuh.

3. Cokelat

Cokelat diketahui baik untuk kesehatan. Namun, konsumsi makanan tersebut secara berlebihan bisa menyebabkan gejala penyakit asam lambung kambuh kembali, bahkan memperburuk gejala yang muncul.

Efek mengonsumsi cokelat dapat melemaskan otot di katup kerongkongan. Serta dapat memicu makanan dan isi lambung naik kembali sehingga bisa membuat penderita asam lambung merasakan sensasi perih atau panas di dada serta leher.

4. Minuman Bersoda

Minuman bersoda dapat menyebabkan kembung. Ini tentunya membuat perut membesar dan memberi tekanan pada LES.

Tekanan yang lebih besar dapat menyebabkan lebih banyak kebocoran asam.

5. Kopi

Kandungan kafein pada kopi dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, terutama jika jumlah yang diminum terlalu banyak. Selain kopi, Anda juga harus mengurangi konsumsi teh yang mengandung kafein.

6. Alkohol

Alkohol dapat memproduksi gas berlebih di lambung sehingga membuat perut kembung, heartburn, bahkan mengalami refluks asam lambung.

7. Makanan Pedas

Makanan pedas juga jadi salah satu makanan yang harus dihindari oleh orang yang punya penyakit maag dan masalah asam lambung.

Menurut sebuah studi tahun 2020, makanan pedas merupakan makanan pemicu yang paling umum dalam survei terhadap 100 pasien GERD, dengan 62% menyebutkannya sebagai pemicu utama.

8. Camilan Ultra-Olahan

Akhir-akhir ini, sains telah mengungkap banyak kelemahan dari makanan ultra-olahan atau makanan yang mengandung banyak zat aditif, pemanis, dan pewarna buatan.

Meskipun tidak ada penelitian yang secara langsung menghubungkan makanan ini dengan refluks, penelitian telah menemukan bahwa pola makan tinggi lemak, garam, dan rempah-rempah (tiga unsur yang sering Anda temukan dalam camilan ultra-olahan) dikaitkan dengan peningkatan risiko GERD.

9. Tomat

Asam malat dan asam sitrat dalam tomat mendorong lambung untuk memproduksi lebih banyak asam, sehingga meningkatkan kemungkinan refluks. Selain tomat segar, makanan berbahan dasar tomat seperti saus tomat, tomat kalengan, dan saus spageti semuanya dapat merusak gejala GERD.

10. Teh Peppermint

Teh peppermint dikenal sebagai obat pencernaan setelah makan karena mengandung senyawa yang membantu menenangkan usus. Namun, dalam kasus ini, teh peppermint dapat memperburuk refluks asam karena dapat menenangkan LES hingga ke keadaan rileks yang memungkinkan asam masuk ke kerongkongan.

Cobalah teh kamomil atau jahe sebagai gantinya jika Anda ingin sesuatu yang hangat untuk menenangkan perut Anda setelah makan.

11. Jus

Sama seperti buah jeruk dan tomat yang cenderung memicu produksi asam, jusnya juga demikian. Versi jus dari buah-buahan ini mempertahankan sifat yang sama yang memicu GERD seperti dalam bentuk utuhnya. Jus jeruk asam, jus tomat, atau jus jeruk bali dapat memulai membuat asam lambung naik.

12. Daging Berlemak

Apa pun yang tinggi lemak butuh waktu lama untuk dicerna, yang menyebabkan sistem pencernaan bekerja lebih keras dan menghasilkan lebih banyak asam. Itu termasuk daging berlemak seperti iga, ayam dengan kulit, atau daging sapi dengan banyak lemak.

13. Pizza

Meski lezat, pizza bisa menjadi ancaman tiga kali lipat bagi GERD dengan saus tomat asamnya, topping daging berlemak, dan kulit asin. Daripada memesan pai dari jaringan restoran, buatlah pizza yang lebih ramah asam di rumah dengan kulit rendah sodium, saus putih atau minyak zaitun, dan topping protein rendah lemak.

 


(fys/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Glowing 2026, Perawatan Kecantikan Tanpa Operasi Banyak Dicari