Menkes Blusukan Cek Quick Win RSUD di Nias Utara, Beri Catatan ini

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 14:45 WIB
Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja ke RSUD Tafaeri, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatra Utara, Jumat (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Nias Utara, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tafaeri di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Jumat (6/3/2026). Rumah sakit tersebut menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win pembangunan rumah sakit di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T).


Budi menjelaskan pemerintah saat ini sedang membangun 66 rumah sakit di berbagai daerah guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan fasilitas medis.

"Saya hari ini datang ke RSUD Tafaeri Nias Utara untuk cek program pembangunan 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terpencil dan terluar," ujarnya di RSUD Tafaeri, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, sebagian rumah sakit dalam program tersebut sudah hampir selesai dibangun. Ia menyebut sekitar delapan rumah sakit telah mendekati tahap akhir pembangunan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses penyelesaian.

RSUD Tafaeri sendiri disebut menjadi salah satu rumah sakit yang progresnya masih perlu dipercepat meski pembangunannya sudah mendekati tahap akhir.

"Kalau saya lihat katanya sudah 95 persen, tapi menurut saya masih sekitar 90-an persen. Ada beberapa catatan yang harus diperbaiki," kata Budi.

Setelah pembangunan selesai, pemerintah juga akan melengkapi rumah sakit tersebut dengan berbagai peralatan medis modern. Menurut Budi, fasilitas tersebut nantinya memungkinkan pasien di wilayah Nias mendapatkan layanan medis yang sebelumnya hanya tersedia di kota besar seperti Medan. Semisal layanan penanganan stroke, serangan jantung, kemoterapi, hingga terapi cuci darah.

"Kalau rumah sakit ini lengkap, banyak layanan seperti stroke, jantung, kemoterapi, dan cuci darah bisa ditangani di sini tanpa harus dirujuk ke Medan," ujarnya.

RSUD Tafaeri juga disiapkan dengan berbagai fasilitas layanan medis, mulai dari cathlab, radiologi, ICU, HCU, PICU/NICU, instalasi bedah sentral, hingga ruang rawat inap.

Selain itu rumah sakit ini memiliki sejumlah layanan poliklinik spesialis seperti obgyn, THT, mata, urologi, onkologi, anak, gizi anak, jantung, penyakit dalam, saraf, geriatri, bedah jantung, bedah saraf, serta bedah umum. Tersedia pula poliklinik rehabilitasi medik untuk mendukung pemulihan pasien.

Namun demikian, Budi menekankan tantangan terbesar dalam penguatan layanan kesehatan di daerah bukan hanya pembangunan fasilitas fisik, melainkan ketersediaan dokter spesialis. Ia menyebut saat ini sejumlah dokter spesialis di RSUD Tafaeri masih bertugas secara sementara, sebagian berasal dari kota lain atau menjalani penugasan sementara.

"Biasanya yang paling masalah adalah dokter-dokternya. Masih banyak dokter spesialis yang kosong," kata Budi.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong pemerintah daerah mengirim putra-putri daerah menempuh pendidikan dokter spesialis agar nantinya dapat kembali bertugas di daerah asal.

"Saya minta kalau bisa putra-putri asli daerah dikirim belajar jadi dokter spesialis supaya mereka bisa tinggal dan melayani di sini," ujarnya.

Menurut Budi, rumah sakit ini setidaknya membutuhkan tujuh hingga sembilan dokter spesialis, termasuk spesialis saraf dan jantung yang berkaitan dengan dua penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja ke RSUD Tafaeri, Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatra Utara, Jumat (6/3/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Akses Jalan ke Rumah Sakit Diperbaiki
Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengatakan, pemerintah daerah juga tengah berupaya memperbaiki akses menuju rumah sakit agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan. Ia menyebut pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan menuju RSUD Tafaeri.

Dengan perbaikan tersebut, kata ia, akses transportasi menuju rumah sakit diharapkan menjadi lebih baik sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan saat membutuhkan layanan medis.

Pemerintah daerah menargetkan perbaikan akses jalan tersebut dapat selesai dalam waktu dekat sehingga mendukung operasional rumah sakit yang sedang dipersiapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan di wilayah Nias Utara.

"Sudah dianggarkan, tahun lalu 2025 pak gubernur (Gubernur Sumut Bobby Nasution) sudah memperbaiki jalan dari Gunung Sitoli ke persimpangan Lotu. Giliran dari Simpang Lotu menuju RSUD Tafaeri jalan akan mulus bulan enam dipastikan itu," katanya.


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Glowing 2026, Perawatan Kecantikan Tanpa Operasi Banyak Dicari