Psikiater Wanti-Wanti Dampak Cemas Terus-Menerus Melihat Berita Perang

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 11:45 WIB
Foto: Ilustrasi cemas. (Designed by Waewkidja/Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramainya pemberitaan mengenai konflik dan perang di berbagai belahan dunia belakangan ini memicu beragam reaksi di masyarakat. Tidak sedikit orang yang mengaku merasa cemas, gelisah, bahkan sulit tidur setelah terus-menerus mengikuti perkembangan berita tersebut.

Spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan merasa waspada terhadap situasi dunia sebenarnya merupakan hal yang wajar. Hal itu menandakan seseorang peduli dan ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

Namun, dia menekankan kewaspadaan yang sehat seharusnya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Merasa waspada adalah hal baik. Itu tanda kita peduli dan ingin tahu perkembangan dunia. Perlu diketahui bahwa waspada yang sehat tetap membuat kita bisa menjalani rutinitas kehidupan seperti biasa," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (3/3/2026).

Adapun ciri-ciri waspada yang sehat menurut dr Lahargo, yakni:

* Cek berita seperlunya dan dari sumber terpercaya.
* Tetap bisa tidur nyenyak.
* Tetap fokus kerja dan urus keluarga.
* Tidak langsung percaya atau menyebarkan kabar yang belum jelas. (saring sebelum sharing)

Sebaliknya, kecemasan yang berlebihan biasanya ditandai dengan kebiasaan terus-menerus memantau berita tanpa henti. Kondisi ini sering kali membuat seseorang sulit tidur karena terus membayangkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Berikut ciri-cirinya.

* ⁠Terus-terusan scroll berita tanpa henti.
* ⁠Sulit tidur karena membayangkan hal buruk.
* Jantung sering berdebar, asam lambung naik
* Sensitif dan mudah marah.
* Merasa seolah-olah ancaman itu sudah sangat dekat, padahal belum tentu.


dr Lahargo menjelaskan respons seseorang terhadap berita juga bisa dilihat dari cara berpikirnya setelah membaca informasi tersebut.

Jika setelah membaca berita seseorang masih bisa berkata, "Baik, saya tahu situasinya, tapi saya tetap tenang," maka hal itu menandakan ia masih berada dalam batas yang sehat dan memiliki sikap mental yang responsif.

Sebaliknya, jika seseorang langsung bereaksi secara negatif hingga merugikan diri sendiri maupun orang lain, hal tersebut menunjukkan sikap mental yang reaktif.

"Waspada bikin kita siap dan positif. Cemas berlebihan bikin kita stres dan melelahkan," sambungnya lagi.

Apa dampaknya?

"Berita konflik yang muncul setiap jam bisa membuat tubuh dan pikiran ikut tegang. Walaupun kejadiannya jauh, otak kita tetap merespons seolah-olah bahaya ada di sekitar," ucapnya.

Dampaknya bisa berupa:

⁠Sulit tidur
Mudah gelisah
Cepat tersinggung
Merasa dunia tidak aman
Anak-anak jadi ikut takut

Jika dibiarkan, lanjut dr Lahargo, paparan berita yang memicu kecemasan berlebihan ini bahkan dapat membuat suasana di rumah menjadi tegang dan tidak nyaman.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Glowing 2026, Perawatan Kecantikan Tanpa Operasi Banyak Dicari