Pesawat Dilarang Terbang di Atas Ka'bah, Benarkah karena Medan Magnet?

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
03 March 2026 11:30
Pemandangan Kakbah dan Menara Jam di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi, 1 Juni 2025. REUTERS/Khaled Abdullah
Foto: REUTERS/Khaled Abdullah

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa tempat di dunia dilarang untuk dilintasi pesawat (no-fly zone) karena alasan kesucian, keamanan, lingkungan, atau bahaya geografis. Salah satu tempat di mana pesawat dilarang melintas adalah Masjidil Haram, tempat di mana Ka'bah, yang menjadi kiblat umat Islam sedunia berada. 

Akibat larangan ini, ada asumsi yang mengatakan bahwa langit di atas Ka'bah tak boleh dilintasi pesawat karena area tersebut merupakan medan magnet. Seperti apa faktanya?

Menurut pemeriksa fakta AFP, pakar geofisika dan penerbangan sipil mengungkapkan bahwa klaim Ka'bah merupakan medan magnet sehingga tidak boleh dilintasi oleh pesawat adalah keliru. Pada faktanya, pesawat dilarang melintas di atas Ka'bah karena alasan ideologis dan penghormatan terhadap tempat suci bagi umat Islam tersebut.

Persatuan Pilot Maskapai Nasional Prancis (SNPL) mengatakan larangan penerbangan itu dibenarkan oleh otoritas Saudi karena alasan ideologis dan penghormatan terhadap Ka'bah. Larangan tersebut mencakup wilayah udara di atas kota. Selain itu karena dianggap suci, hanya umat Islam yang diizinkan memasuki kota.

Lalu, pesawat juga dilarang melintas karena dikhawatirkan suara bising dari mesinnya akan dipantulkan gunung-gunung yang mengelilingi Ka'bah sehingga mengganggu konsentrasi para jamaah yang sedang beribadah.

Situs web Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) juga menegaskan hal tersebut.

"Tidak ada orang yang boleh mengoperasikan pesawat terbang di atas atau di sekitar area mana pun yang akan dikunjungi atau dilalui oleh penjaga dua masjid suci, atau tokoh masyarakat lainnya yang bertentangan dengan pembatasan yang ditetapkan oleh presiden dan diterbitkan dalam Pemberitahuan untuk Penerbang (NOTAM)," tulis GACA.

Namun, terdapat beberapa pengecualian larangan terbang di atas Mekkah dengan alasan tertentu. Terkadang, helikopter diizinkan melewati kota tersebut untuk memonitor keamanan para jamaah yang melaksanakan ibadah haji.



Benarkah Ada Anomali Magnetik di Makkah?

Peneliti senior dinamika fluida geologis di Institute of Physics of the Globe of Paris (IPGP), Julien Aubert mengatakan, Bumi memiliki medan magnet yang berasal dari inti fluida di pusatnya, tapi lokasinya bukan di Mekkah.

Menurut peneliti geomagnetisme di IPGP, Vincent Lesur, magnet adalah medan gaya yang berlaku untuk objek magnet apapun. Ia menjelaskan, anomali magnetik memang ada di Bumi, tetapi jika ada anomali magnet, bukan berarti pesawat tak bisa terbang di atasnya.

"Anomali magnet tidak mencegah pesawat untuk terbang di atasnya. Anomali itu paling banyak sering berdampak pada cara kerja kompas, tetapi pesawat jelas menggunakan sistem geolokasi yang lebih modern," kata Aubert.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bangunan Mirip Kabah Ini Bakal Jadi Gedung Terbesar di Dunia


Most Popular
Features