Berlebihan Tidur Saat Puasa Bikin Buncit, Ini 4 Cara Atur Polanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang yang mengisi waktu puasa dengan tidur. Kerap kali, itu dilakukan untuk menghindari rasa lapar dan haus.
Memang tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan produktivitas setiap hari. Kendati begitu, tidur yang berlebihan saat puasa memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Mengutip detikHealth, dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Dina Meliana, SpS mengatakan bahwa tidur sepanjang hari dapat membuat tidur tidak bugar. Selain itu juga, dapat menumpuk lemak yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan.
"Justru malah ini tidak memberikan kebugaran, dengan tidur terlalu panjang malah mungkin badannya lemas, kurang fit, nggak bugar, dan dengan tidur sepanjang hari kan malah menimbun lemak," jelasnya, mengutip detikHealth, Sabtu (21/2/20260.
Tidur siang diperbolehkan, asal tidak dengan durasi yang berlebihan. Kecukupan tidur bisa membuat tubuh kembali bugar dan berenergi.
Tips pola tidur yang baik perlu diperhatikan selam bulan puasa Ramadan
Pertama, tidur lebih cepat. Saat berpuasa, sahur akan membuat tubuh bangun lebih cepat dari biasanya. Menurut laman Kementerian Kesehatan, sebaiknya waktu tidur digeser lebih awal. Seperti, bila biasanya tidur pukul 22.00 WIB, coba tidur satu jam sebelumnya.
Kedua, perhatikan lingkungan tidur untuk menjaga kualitas tidur. Pastikan kamar dalam kondisi yang tenang dan minim cahaya. Berdasarkan Cleveland Clinic Abu Dhabi, urungkan penggunaan perangkat elektronik, seperti ponsel, laptop, dan TV jelang waktu tidur. Sebab, menurut penelitian, cahaya biru atau blue light dari layar bisa merusak kualitas tidur.
Selanjutnya, coba power nap, yakni tidur siang sekejap dengan durasi 20-30 menit. dr Dina mengatakan metode ini sangat membantu untuk mengembalikan energi.
Keempat, perhatikan pola makan. Saat berbuka puasa, hindari makanan yang mengandung banyak kalori, gula, terlalu pedas atau yang digoreng dengan terlalu banyak minyak. Sebab, makan tersebut membuat sistem pencernaan memerlukan usaha ekstra yang berisiko mengganggu waktu tidur.
(dce)