10 Hal yang Dipercaya Harus Dihindari Selama Imlek, Awas Bernasib Sial

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Selasa, 17/02/2026 10:30 WIB
Foto: Warga keturunan Tionghoa melakukan prosesi sembahyang di Kelenteng Hok Lay Kiong, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/2/2026), menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Dafar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perayaan Tahun Baru Imlek yang telah berlangsung sekitar 4.000 tahun sarat dengan tradisi, legenda, dan pantangan yang dipercaya memengaruhi keberuntungan. Selama 15 hari perayaan, masyarakat China tak hanya menjalankan ritual khas, tetapi juga menghindari sejumlah hal yang diyakini dapat membawa kesialan.

Imlek identik dengan tradisi makan bersama keluarga, menyalakan petasan, membagikan amplop merah (hóng bāo), serta menghias rumah dengan ornamen keberuntungan. Warna merah dan emas dipercaya membawa hoki dan kemakmuran, sedangkan warna hitam dan putih dihindari karena diasosiasikan dengan duka.

Selain warna, pantangan Imlek juga mencakup makanan, ucapan, uang, hingga penampilan.


Berikut adalah 10 hal yang dipercaya harus dihindari selama perayaan Tahun Baru Imlek, melansir The Macao News, Selasa (17/2/2026).

1. Tidak Ada Kegiatan Menyapu atau Membuang Sampah

Menyapu dan bahkan membuang sampah tidak disarankan selama Tahun Baru Imlek, karena tindakan ini dianggap sebagai isyarat simbolis menyapu atau membuang keberuntungan dan nasib baik Anda. Bahkan, kepercayaan ini begitu mengakar dalam budaya China.

Jika Anda harus membersihkan rumah, sapulah ke arah dalam untuk menjaga keberuntungan tetap di dalam. Pastikan untuk meninggalkan sampah di dalam rumah dan tunggu hingga hari kelima Tahun Baru Imlek sebelum membuangnya. Anggaplah ini sebagai waktu yang tepat untuk mempraktikkan gaya hidup tanpa sampah.

2. Jangan Potong Rambut

Ada sejumlah penjelasan mengapa Anda tidak boleh memotong rambut selama Tahun Baru Imlek. Salah satu alasannya adalah kata dalam bahasa Mandarin untuk rambut (髮, fà) merupakan homonim dari istilah untuk keberuntungan atau kemakmuran (發, fā). Oleh karena itu, dengan memotong rambut, Anda secara tidak langsung memotong kekayaan dan keberuntungan Anda.

Alasan lain berkaitan dengan simbolisme gunting potong rambut. Secara tradisional, masyarakat China percaya gunting tidak hanya mampu memotong benda, tetapi juga dapat memotong keberuntungan dan nasib seseorang.

3. Tidak Ada Pembunuhan Hewan

Darah dianggap sebagai pertanda nasib buruk selama Tahun Baru Imlek, oleh karena itu penyembelihan hewan tidak disarankan selama beberapa hari pertama festival tersebut.

Menurut mitos penciptaan China, dewi Nuwa mengisi bumi dengan hewan dan manusia dengan menciptakan mereka selama tujuh hari. Berdasarkan legenda ini, orang-orang disarankan untuk menghindari membunuh hewan tertentu sesuai dengan hari penciptaannya.

Ini berarti ayam pada hari pertama Tahun Baru Imlek, diikuti oleh anjing pada hari kedua, babi pada hari ketiga, domba pada hari keempat, dan kuda pada hari keenam. Pada hari ketujuh, tidak ada hukuman yang diberikan untuk pembunuhan hewan.

4. Berhati-hatilah dengan Hadiah yang Anda Berikan

Saat memberikan hadiah kepada seseorang selama Tahun Baru Imlek, waspadalah hadiah-hadiah tertentu dianggap "pembawa sial" dalam budaya China. Secara umum, hadiah-hadiah tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni hadiah yang namanya membangkitkan konsep yang tidak menguntungkan, dan hadiah yang terkait dengan peristiwa atau tradisi yang membawa sial.

Jam dinding dan arloji adalah contoh sempurna dari hadiah yang sebaiknya dihindari, karena nama Cinanya "鐘表" ( zhōng biǎo ) adalah homofon untuk kata yang berhubungan dengan kematian "終" ( zhōng , mengakhiri). Payung juga sebaiknya tidak diberikan, karena kata China untuk barang ini (傘, sǎn ) terdengar seperti kata untuk perpisahan (散, sàn ), yang bertentangan dengan semangat Festival Musim Semi.

Pastikan juga untuk menghindari memberikan sepatu sebagai hadiah karena kata dalam bahasa Mandarin 鞋 ( xié ) terdengar identik dengan 邪 ( xié ), karakter untuk kejahatan. Demikian pula, jangan memberikan buah pir, karena nama Mandarinnya (梨, lí ) adalah homofon untuk meninggalkan (離, lí ), sebuah kata yang berkaitan dengan kematian.

Beberapa barang lain dianggap sebagai hadiah tabu karena hubungannya dengan peristiwa yang tidak menguntungkan. Misalnya, lilin biasanya digunakan untuk memperingati orang yang telah meninggal, sehingga tidak cocok sebagai hadiah Festival Tahun Baru Imlek. Demikian pula, cermin tidak disarankan sebagai hadiah, karena mudah pecah, yang merupakan pertanda buruk. Terlebih lagi, cermin juga dikatakan dapat menarik hantu dan unsur jahat lainnya.

5. Jaga Ucapanmu

Tahun Baru Imlek dimaksudkan sebagai momen yang membawa keberuntungan, oleh karena itu kata-kata yang membawa sial harus dihindari sebisa mungkin. Kata-kata tersebut termasuk kematian ( sǐ , 死), membunuh ( shā , 殺), miskin ( qióng , 窮), tidak ada ( méi , 沒), habis ( guāng , 光), buruk ( huài,壞), pecah ( pò , 破), sakit ( tòng , 痛) dan penyakit ( bìng , 病).

Jika Anda harus menyebutkan konsep-konsep yang dianggap membawa sial selama Festival Musim Semi, pertimbangkan untuk menggunakan eufemisme. Misalnya, alih-alih menyatakan secara langsung bahwa seseorang telah meninggal, gunakan frasa tidak langsung seperti "meninggal dunia" atau "pergi ke surga".

Mengumpat juga dianggap tidak pantas selama Tahun Baru Imlek, karena kata-kata tersebut dikaitkan dengan emosi negatif, yang bertentangan dengan nuansa positif festival tersebut.

6. Tidak Tidur Lebih Awal

Salah satu kebiasaan terpenting pada malam Tahun Baru Imlek adalah Shǒu Suì (守歲) atau tradisi begadang bersama keluarga untuk menyambut hari pertama Festival Musim Semi. Tradisi ini berakar pada legenda, di mana orang-orang begadang dan menyalakan lampion pada malam Tahun Baru untuk melindungi anak-anak mereka dari monster mitologi yang dikenal sebagai "Suì" (祟).

Tentu saja, mematuhi Shou Sui bukan berarti mengorbankan waktu tidur. Seseorang hanya perlu begadang hingga tengah malam untuk memenuhi kebiasaan tersebut.

7. Lunasi Utang Anda

Festival Musim Semi adalah waktu untuk memulai hal baru dan menciptakan keharmonisan. Dengan kata lain, seseorang harus melunasi semua utang dan mengembalikan barang-barang yang dipinjam sebelum tahun baru tiba.

Mereka juga harus menghindari meminjam uang dari orang lain selama festival, karena hal ini dianggap sebagai pertanda buruk untuk tahun yang akan datang.

8. Dilarang Memecahkan Kaca dan Porselen

Pecahnya barang-barang seperti gelas, porselen, dan piring dianggap sebagai pantangan Tahun Baru Imlek, karena diyakini melambangkan hancurnya keberuntungan ( pò cái , 破財) atau rusaknya nasib baik ( pò yùn , 破運).

Jika suatu peralatan pecah secara tidak sengaja, Anda dapat mengucapkan kalimat keberuntungan berikut dalam bahasa Mandarin untuk meniadakan pertanda buruk: 歲歲平安 ( suì suì píng ān ). Kalimat ini dapat diterjemahkan menjadi "semoga Anda mendapatkan kedamaian tahun demi tahun".

9. Perhatikan Apa yang Anda Makan

Menurut tradisi Tahun Baru Imlek, bubur adalah makanan yang sebaiknya dihindari pada hari pertama Tahun Baru. Alasannya adalah, di masa lalu, bubur merupakan hidangan pilihan pada masa-masa sulit ekonomi atau ketika keluarga tidak memiliki cukup bahan makanan. Akibatnya, konsumsi bubur selama Festival Musim Semi dipandang oleh sebagian orang sebagai simbol tahun yang sulit dan miskin di masa mendatang.

Adapun bagi yang berniat makan ikan saat Tahun Baru, pastikan Anda tidak mengonsumsi kepala atau ekor ikan. Alasannya adalah kata dalam bahasa Mandarin untuk ikan (魚, yú ) terdengar mirip dengan kata untuk kelimpahan (餘, yú ).

Dengan membiarkan kepala dan ekor tetap utuh, hal itu melambangkan adanya kelimpahan, seperti yang terkandung dalam pepatah China seperti 年年有餘 ( nián nián yǒu yú , memiliki kelimpahan setiap tahun) dan 有頭有尾 ( yǒu tóu yǒu wěi , memiliki awal dan akhir).

10. Dilarang Keluar Rumah pada Hari Keempat Tahun Baru Imlek

Secara tradisional, orang-orang tidak seharusnya keluar rumah pada hari keempat Festival Musim Semi, karena hari ini dikhususkan untuk menyambut Dewa Dapur (灶神, Zào Shén ) dan dewa-dewa lain yang telah kembali dari surga setelah melaporkan kejadian-kejadian di dunia fana ke surga.

Di masa lalu, keluarga akan menandai kesempatan ini dengan menyiapkan meja upacara dengan berbagai macam makanan sebagai persembahan untuk dewa yang kembali. Untuk menenangkan Dewa Dapur dan dewa-dewa lainnya, keluarga juga disarankan untuk tidak bertengkar di dapur, karena hal itu akan membangunkan mereka dari istirahat mereka di dapur, yang mengakibatkan nasib buruk.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 5 Shio Bakal Menarik Kekayaan di Tahun Kuda Api 2026