MARKET DATA

7 Tradisi Perayaan Imlek di Indonesia: Ketuk Pintu 7 - Mandi Bersama

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
17 February 2026 09:00
Warga keturunan Tionghoa melaksankan sembahyang di Vihara Amurva Bhumi, kawasan Karet Semanggi, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Ibadah tersebut dalam rangka Tahun Baru Imlek 2571/2020. 


Tahun Baru Imlek selalu menjadi ajang perayaan terbesar bagi etnis Tionghoa, tidak hanya di negara asalnya tapi juga di seluruh dunia salah satunya di Indonesia.



Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada hari ke-15.


Perayaan Imlek ini meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Thian dan yang terakhir dilakukan adalah perayaan Cap Go Meh. Tujuan dilakukannya sembahyang tersebut, sebagai rasa terima kasih atau rasa syukur untuk menyambut Tahun Baru.


Salah satu ciri khas dalam setiap perayaan Imlek adalah serba warna merah. Dalam budaya China, warna merah diidentikkan sebagai simbol kebahagiaan, kesehatan dan kemakmuran. 

Warna merah juga dipercaya dapat menangkal roh jahat dan mendatangkan keberuntungan.



Warna merah juga dipercaya dapat mengusir Nian atau sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung yang keluar saat musim semi atau saat tahun baru Imlek.



Perayaan Imlek diyakini amat penting untuk memperoleh keberuntungan di tahun mendatang.


Tahun Baru Imlek sekaligus menandai dimulainya shio baru. Imlek tahun ini adalah shio tikus logam.



Warna merah dalam pakaian yang dikenakan adalah warna keberuntungan orang China. Warna itu dipercaya menakuti roh-roh dan nasib buruk.




Di Vihara Amurva Bhumi juga menampilkan atraksi Barongsai. Pagelaran Barongsai selalu ada setiap perayaan Imlek. 


Menurut kepercayaan orang China kuno, tarian barongsai menjadi cara untuk mengusir setan dan roh jahat. 




angpau juga dipercaya makin memperlancar rezeki di kemudian hari. Membagikan angpau pada saat Imlek berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan yang juga dipercaya memperlancar rezeki di kemudian hari. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto).
Foto: Warga keturunan Tionghoa melaksankan sembahyang di Vihara Amurva Bhumi, Jl. Prof. DR. Satrio, Karet Semanggi, Jakarta, Jumat (24/1/2020) malam. Ibadah tersebut dalam rangka Tahun Baru Imlek 2571/2020 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto).

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Indonesia dan dunia tengah merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Imlek merupakan salah satu perayaan terpenting di China, namun juga dirayakan di banyak negara dengan populasi Tionghoa termasuk Indonesia sebagai negara yang turut merayakan tahun baru Imlek tahun 2026.

Tradisi imlek di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan negara lainnya. Tradisi tersebut dipercaya untuk membawa keberuntungan dan mengusir hal-hal negatif. Imlek dari berbagai daerah di Indonesia memiliki keunikan dan maknanya masing-masing.

Berikut delapan keunikan tradisi imlek di berbagai wilayah di Indonesia :

1. Mandi Bersama di Sumur 7 Lubang di Depok

Ada tradisi unik setiap perayaan tahun baru China atau Imlek di Vihara Gayatri, Depok. Tidak hanya untuk beribadah, di vihara tersebut juga memiliki tradisi mandi dengan air sumur tujuh lubang yang dipercaya memiliki kekuatan, mendatangkan rezeki, jodoh dan penyembuhan penyakit.

Vihara Gayatri yang memiliki luas sekitar dua hektar merupakan milik perseorangan. Di dalamnya terdapat tempat pemandian tujuh sumur yang memiliki nilai sejarah dan tradisi dari turun temurun. Para jemaat yang datang tak lupa juga untuk beribadah di lokasi tersebut.

2. Sembahyang Bersama di Vihara Dharma Bhakti Jakarta

Sembahyang Bersama di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia beragama Buddha. Bahkan bukan hanya warga lokal saja yang hadir, warga asing pun ikut berdatangan untuk sembahyang. Kemeriahan Imlek sangat terasa di Vihara Dharma Bhakti dengan hiasan khas Imlek yang serba merah ditambah dengan bau hio.

3. Perang Air (Ciancui) di Riau

Salah satu tradisi imlek unik lainnya dari Indonesia yakni tradisi perang air atau lebih dikenal sebagai Cian Cui. Cian Cui adalah tradisi imlek yang dilakukan dengan siram-siraman dengan becak motor dan kendaraan bermotor lainnya atau menyiram dari tepi jalan.

Festival ini diadakan selama 6 hari berturut-turut pada sore hari pukul 4 hingga 6 sore. Festival ini diadakan di Selatpanjang yang merupakan ibukota dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Sejumlah warga keturunan Tionghoa melakasnakan ibadah sembahyang Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili di Wihara Amurva Bhumi, Jakarta, Sabtu (10/2/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Sejumlah warga keturunan Tionghoa melakasnakan ibadah sembahyang Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili di Wihara Amurva Bhumi, Jakarta, Sabtu (10/2/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Sejumlah warga keturunan Tionghoa melakasnakan ibadah sembahyang Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili di Wihara Amurva Bhumi, Jakarta, Sabtu (10/2/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

 

4. Atraksi Debus dalam Pawai Tatung Singkawang

Singkawang merupakan salah satu kota berpenduduk keturunan Tionghoa terbanyak di Indonesia. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh dalam meriahnya peringatan Imlek setiap tahunnya. Bahkan, perayaan Imlek di Singkawang konon dinobatkan sebagai salah satu yang paling meriah di dunia. Singkawang punya sejumlah tradisi dan acara menarik setiap Imlek.

Salah satunya adalah atraksi debus yang biasa dipertontonkan dalam Pawai Tatung. Para Tatung, sebutan untuk seniman debus Singkawang, diarak mengelilingi kota sambil melakukan atraksi ekstrem yang bikin bulu kuduk berdiri. Konon, keberanian tersebut berasal dari roh leluhur yang merasuki Tatung.

5. Ketuk Pintu Pasar Malam Imlek Semawis Semarang

Tradisi Ketuk pintu merupakan acara Pasar Imlek Semawis untuk merayakan datangnya Tahun Baru Imlek di Kelenteng Tay Kek Sie, Gang Lombok Semarang. Acara menyambut Tahun Baru Imlek itu terlihat syarat akan akulturasi budaya. Diawali dengan doa bersama secara Islam dan tumpengan ala masyarakat Jawa.

Acara menyambut Tahun Baru Imlek itu dilanjutkan dengan sembahyang bagi penganut Tridharma, menunjukkan kebersamaan dalam kebhinekaan. Kemudian, dengan diiringi barongsai.

Ketuk pintu merupakan acara pembuka dari rangkaikan Pasar Imlek Semawis.

6. Gebreg Sudiro di Surakarta

Grebeg Sudiro menjadi tradisi Imlek di Indonesia yang terbilang cukup menarik dan unik. Grebeg Sudiro adalah perayaan grebeg yang menggabungkan budaya Jawa dan budaya Tionghoa di Sudiroprajan. Perayaan ini awalnya dilakukan untuk tradisi Islam seperti Maulid Nabi Muhammad, Muharram, Idul Fitri dan Idul Adha.

Tradisi ini kemudian berkembang menjadi acara kampung yang dilaksanakan menjelang Imlek yang acara utamanya adalah karnaval dan gulungan. Tema utama dalam perayaan Grebeg Sudiro adalah keberagaman dan kebhinekaan.

Masyarakat Tionghoa, Jawa dan etnis lainnya turut serta dalam penyelenggaraan Grebeg Sudiro yang menjadi acara tahunan Kota Surakarta. Ornamen yang ditampilkan selama perayaan sangat beragam.

7. Pawai Imlek di Bogor

Tradisi Cap Go Meh juga meriah di pawai imlek Bogor. Tradisi Cap Go Meh tersebut merupakan ajang budaya yang menghadirkan deretan budaya nusantara dengan pawai seni budaya tanah air.

8. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Kampoeng Ketandan, yang terletak di Jalan Malioboro, Ngupasan, Yogyakarta, adalah salah satu tempat yang menarik untuk merayakan perayaan Imlek di Yogyakarta. Tempat ini menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin merasakan atmosfer perayaan Imlek yang meriah dan penuh warna di tengah Kota Yogyakarta.

Terdapat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yakni Kampoeng Ketandan merupakan tempat di mana acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta sering diselenggarakan. Perayaan ini biasanya diadakan mendekati akhir perayaan Imlek atau saat Cap Go Meh.

Selama perayaan ini, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan yang mengangkat budaya Tionghoa, termasuk festival kuliner, pertunjukan barongsai, dan pertunjukan wayang Potehi.

-

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular