Termasuk Gula, 4 Hal Ini Bikin Kulit Menua Paling Cepat Menurut Ahli

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 17:40 WIB
Foto: Ilustrasi Kecantikan dan perawatan kulit. (Dok. Freepik)
Dafar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penuaan kulit merupakan proses alami yang terjadi pada setiap orang seiring bertambahnya usia. Kendati demikian, tak hanya disebabkan oleh faktor alami semata, nyatanya penuaan juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor lainnya.

Selain kerusakan akibat sinar matahari, ada hal lain yang diam-diam menyebabkan penuaan kulit.

Dr. Mona Gohara, profesor klinis madya dermatologi di Yale School of Medicine, meskipun paparan sinar matahari adalah kontributor eksternal yang besar, penyebab utama penuaan kulit yang sebenarnya adalah proses biologis intrinsik yang terjadi di dalam sel kita sendiri, terlepas dari seberapa sering kita berada di bawah sinar matahari.


Genetika

"Setelah paparan sinar matahari, penuaan sebagian besar merupakan proses internal yang kita sebut penuaan intrinsik, yang dipengaruhi oleh gen Anda," kata Dr. Mona Gohara seperti dikutip Real Simple.

Seiring waktu, sel-sel kulit membelah kurang efisien, produksi kolagen menurun, dan sistem perbaikan alami kulit menjadi lebih malas.

"Ini tidak dramatis atau mencolok, tetapi terus-menerus terjadi. Penuaan berlangsung secara diam-diam sesuai dengan cetak biru genetik yang Anda miliki sejak lahir," paparnya.

Stres

Sementara itu, stres mempercepat penuaan kulit tetapi dampaknya tidak kalah besar. Ketika diminta untuk memilih satu faktor utama penuaan selain sinar matahari, Gohara mengatakan stres dan genetika pada dasarnya saling terkait.

"Stres mempercepat penuaan kulit seperti aplikasi latar belakang yang menguras baterai ponsel Anda," jelasnya.

Kortisol kronis memicu peradangan, mengganggu tidur, dan secara bertahap memecah kolagen.

"Tidak ada yang rusak sekaligus, tetapi suatu hari Anda melihat ke cermin dan menyadari kulit Anda tiba-tiba beroperasi dalam mode hemat daya," katanya.

Meskipun stres terasa tak terhindarkan, Gohara menyarankan untuk fokus pada momen-momen kecil yang dapat dilakukan untuk meredakan stres. Misal, cobalah bernapas dalam-dalam, berjalan-jalan singkat di luar, peregangan, bernyanyi di dalam mobil, atau istirahat sejenak dengan menari selama dua lagu.

Gula

Dokter kulit bersertifikat di Departemen Dermatologi Rumah Sakit Mount Sinai, Joshua Zeichner mengatakan penuaan kulit seringkali masalahnya terletak pada diet.

"Kadar gula darah tinggi yang berkelanjutan menyebabkan proses yang disebut glikasi. Molekul gula menempel pada kolagen, membuatnya kaku sehingga alih-alih melentur, kolagen retak, yang menyebabkan garis-garis, kerutan, dan kulit kendur," jelasnya.

Untuk itu, direkomendasikan untuk tetap mengonsumsi makanan seimbang dan membatasi makanan manis, bertepung, dan makanan olahan tinggi. Kadar gula tinggi juga dikaitkan dengan jerawat, jadi mengurangi konsumsi gula dapat membantu menjaga kulit Anda tetap bersih.

Merokok

"Merokok dalam bentuk apa pun adalah faktor penuaan kulit terbesar selain paparan sinar matahari," kata Gina Maccarone, MD, ahli bedah kosmetik bersertifikasi tiga bidang.

Nikotin menurutnya menyempitkan pembuluh darah, membatasi pengiriman oksigen dan nutrisi ke kulit. Seiring waktu, ini memperlambat penyembuhan dan mempercepat kerusakan kolagen, yang menyebabkan kerutan dini dan perubahan tekstur kulit.

Jika berhenti merokok terasa sulit, mulailah dari hal kecil. Gantikan istirahat merokok dengan jalan kaki lima menit atau permen karet rasa mint kulit (dan paru-paru) Anda akan merasakannya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Klinik Kecantikan Jadi Gaya Hidup, Perawatan Wajah & Wellness Diburu