Endovascular Coiling: Tindakan Minim Sayatan Atasi Aneurisma Otak

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
30 January 2026 20:33
Ilustrasi Otak Manusia. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Otak Manusia. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aneurisma Otak adalah salah satu kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah di otak mengalami pelemahan dan membentuk tonjolan seperti buah beri yang menggantung. Kondisi ini terjadi akibat penipisan dinding pembuluh darah arteri, terutama pada area pembuluh darah yang bercabang karena dindingnya cenderung lebih lemah, dan berpotensi pecah sewaktu-waktu, mengakibatkan Stroke perdarahan.

Aneurisma otak ini dapat semakin membesar dan berisiko pecah sewaktu-waktu, menimbulkan stroke perdarahan. Dokter Spesialis Bedah Saraf Fellow Neurovaskular Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Nia Yuliatri, SpBS, MKes menerangkan, saat Aneurisma Otak pecah, penderitanya dapat mengalami gejala seperti sakit kepala yang hebat secara tiba-tiba, mual dan muntah, pandangan kabur atau penglihatan ganda, kejang, hingga penurunan kesadaran.

"Ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus ditangani dengan cepat dan tepat," jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2025).

Untuk menangani aneurisma otak dan mencegah risiko pecah, terdapat dua pilihan tindakan, pertama, melalui pembedahan terbuka yang dilakukan dengan prosedur clip, yakni dengan menjepit pangkal dari aneurisma dengan tujuan menghentikan aliran darah ke dalamnya. Kedua, tindakan intervensi endovascular dengan prosedur Endovascular Coiling yang dilakukan dengan teknik minimal invasif (minim sayatan) sehingga minim risiko infeksi serta proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan prosedur pembedahan terbuka.

"Endovascular Coiling dilakukan di laboratorium kateterisasi (Cath Lab) menggunakan kateter yang diarahkan langsung ke lokasi aneurisma. Selanjutnya, dokter akan memasukkan kawat coil melalui kateter hingga memenuhi kantong aneurisma sehingga darah tidak bisa mengalir masuk ke dalam lagi," tambah dr. Nia.

Namun, perlu diketahui pula bahwa tindakan advanced Endovascular Coiling yang tepat sangat bergantung pada pengalaman tim dokter spesialis yang terampil dan terlatih seperti yang ada di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital. Layanan unggulan milik Mayapada Hospital ini memberikan layanan komprehensif dan berstandar internasional untuk menangani masalah saraf dan otak mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan neuro intervensi dan bedah saraf, hingga neuro rehabilitasi, termasuk tindakan Endovascular Coiling untuk mengatasi Aneurisma Otak.

Sayangnya, kebanyakan kasus Aneurisma Otak tidak disadari oleh penderitanya, karena tidak menimbulkan gejala ketika masih berukuran kecil dan belum pecah.

"Apabila aneurisma membesar dan menekan jaringan sekitarnya, penderitanya dapat mengalami keluhan akibat penekanan tersebut. Keluhannya dapat berupa nyeri kepala, gangguan gerak bola mata, gangguan penglihatan dan lain lain," demikian ungkap dr. Ingrid Ayke Widjaya, SpBS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Fellow Neurovaskular Mayapada Hospital Kuningan.

Mengingat hal tersebut, dr. Ingrid menjabarkan beberapa faktor risiko Aneurisma Otak yang bisa disadari sejak dini.

"Faktor risiko ini seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), rentang usia 30-60 tahun, berjenis kelamin perempuan dan sudah menopause, riwayat cedera kepala, mengonsumsi alkohol berlebih, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga dengan aneurisma otak," jelas dr. Ingrid.

Itulah mengapa baik dr. Nia maupun dr. Ingrid menyarankan untuk melakukan deteksi dini terutama jika memiliki faktor-faktor risiko tersebut.

"Deteksi dapat dilakukan dengan beberapa pemeriksaan seperti MRI dan MRA untuk mendeteksi aneurisma otak yang belum pecah. Apabila dicurigai ada perdarahan otak, maka pemeriksaan CT scan merupakan pilihan pertama. Pemeriksaan pembuluh darah lanjutan, seperti CT Angiografi, MR Angiografi dan Digital Substraction Angiography (DSA) dilakukan untuk melihat gambaran lebih detail mengenai lokasi, bentuk, proyeksi, dan ukuran aneurisma " ungkap dr. Ingrid.

Pemeriksaan komprehensif untuk Aneurisma Otak juga dapat dilakukan di Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital yang memiliki kelengkapan fasilitas medis yang canggih. Pemeriksaan dilakukan oleh tim dokter multidisiplin yang ada di Tahir Neuroscience Center. Setiap pasien dapat membuat jadwal pemeriksaan dengan mudah melalui aplikasi MyCare milik Mayapada dengan kemudahan transaksi layanan di berbagai kanal pembayaran yang terhubung dengan MyCare.

Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital juga dilengkapi dengan layanan Stroke Emergency yang siaga 24 jam untuk menangani kasus kegawatdaruratan stroke dengan cepat dan tepat dengan standar protokol internasional Door to Needle kurang dari 60 menit. Stroke Emergency Mayapada Hospital juga dapat dijangkau dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau menggunakan aplikasi MyCare dengan menekan tombol Emergency Call di MyCare.

Masih banyak informasi seputar kesehatan saraf dan otak serta keberhasilan tim dokter Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital yang dapat ditelusuri dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare. Aplikasi MyCare juga memiliki fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, jumlah langkah kaki, jumlah kalori terbakar, dan body mass index (BMI) dengan terhubung ke Google Fit dan Health Access. Unduh aplikasi MyCare di Google Play Store dan App Store dan dapatkan bonus reward point saat melakukan registrasi pertama kali di MyCare. Reward point ini dapat digunakan untuk potongan harga di berbagai layanan di Mayapada Hospital.

(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Waspada Nyeri Lutut Berkepanjangan, Cegah dengan Langkah Ini!


Most Popular
Features