Demi Masuk Fakultas Kedokteran, Pria Ini Diduga Amputasi Kaki Sendiri

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 11:00 WIB
Foto: Stetoskop. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria berusia 24 tahun di India diduga nekat memotong sebagian kakinya sendiri demi mendapatkan kursi kuliah kedokteran melalui jalur kuota penyandang disabilitas. Kasus ini mencuat di wilayah Jaunpur, negara bagian Uttar Pradesh, dan kini tengah diselidiki aparat kepolisian.

Melansir Gulf News, Jumat (30/1/2026), korban bernama Suraj Bhaskar disebut sebagai peserta ujian masuk kedokteran nasional India yang tengah berjuang lolos seleksi program MBBS. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Bhaskar diduga sengaja melukai dirinya untuk memenuhi syarat kuota Persons with Disabilities (PwD), di tengah ketatnya persaingan masuk fakultas kedokteran.

Kasus ini awalnya dilaporkan sebagai dugaan penyerangan. Polisi bergerak setelah menemukan potongan kaki manusia di sebuah rumah di Desa Khalilpur, Jaunpur. Bhaskar kemudian dilarikan ke rumah sakit swasta untuk mendapatkan perawatan, sementara polisi sempat mencatat kasus tersebut sebagai percobaan pembunuhan setelah korban mengaku diserang orang tak dikenal pada malam hari.

Namun, penyelidikan lanjutan justru mengungkap sejumlah kejanggalan. Aparat menemukan perbedaan keterangan dalam pernyataan Bhaskar, tidak adanya rekaman kamera pengawas yang menunjukkan keberadaan orang lain, serta data panggilan telepon yang tidak mengindikasikan adanya kunjungan siapapun pada waktu kejadian.



Kecurigaan semakin menguat setelah polisi menemukan sebuah buku harian milik Bhaskar dengan tulisan, "Saya akan menjadi dokter MBBS pada 2026." Catatan ini diduga menunjukkan tindakan tersebut telah direncanakan sebelumnya.


Selain itu, penyidik juga menemukan jarum suntik yang diduga berkaitan dengan anestesi serta alat-alat yang diyakini digunakan untuk memotong kaki. Temuan ini membuat aparat menyimpulkan, cedera tersebut kemungkinan besar dilakukan secara sengaja untuk mendapatkan status disabilitas yang diakui dalam kebijakan kuota pendidikan.

Diketahui, Bhaskar merupakan lulusan Diploma Farmasi dan tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian NEET-UG, seleksi nasional masuk pendidikan kedokteran yang dikenal sangat kompetitif. Pada awal 2025, ia juga dilaporkan sempat mengajukan permohonan sertifikat disabilitas ke Banaras Hindu University, namun ditolak karena tidak memenuhi kriteria.

Saat ini, pihak berwenang masih mengkaji pasal hukum yang akan dikenakan, termasuk dugaan memberikan keterangan palsu dan merekayasa bukti. Bhaskar masih menjalani perawatan medis dalam kondisi stabil, dan polisi menyatakan akan meminta keterangan lanjutan setelah ia dinyatakan pulih.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty