Menkes Ungkap 'Dosa' Gorengan, 1 Bakwan Setara Lari 5 Km

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
29 January 2026 13:05
Ira Dijaya (41)melayani pembeli gorengan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp.18.400/Kg. Pada 6 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp. 18.550/Kg, atau naik 0,81%. Kemudian minyak goreng kemasan bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp. 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp. 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp. 20.030/Kg, kemarin menjadi Rp. 20.300/Kg atau meningkat 1,34%. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Pedagang menginginkan harga segera normal kembali. Menurut Ira penjual gorengan "minyak goreng 2 liter kemasan mencapai Rp.38-40 ribu itu kalo sedang ada promo di swalayan, tapi kalau tidak promo harga Rp. 40 ribu keatas. Untuk penjualan Ira tetap menjualnya 1 gorengan Rp.1.500 sedangkan untuk modal berjualan biasanya Rp. 600 ribu sekarang menjadi Rp.800 ribu.
Harga ini tentu naik sangat tinggi dibandingkan sebelumnya dan cukup menyulitkan dirinya sebagai penjual makanan. 
"Kalau ukuran gorengan dikecilin, pasti protes. Padahal bukan hanya minyak goreng yang mahal," tutur Ira. 
Keluhan sama juga diungkapkan penjual gorengan keliling lain. Ferdi (29) mengaku "selalu membeli minyak kemasan untuk menjamin gorengan yang dijualnya enak. "Apalagi saya jualan di dekat perkantoran. Jadi enggak enak kalau pakai minyak goreng curah," tuturnya. 
Ferdi  juga mengaku keberatan dengan harga yang serba mahal, baik minyak goreng maupun komoditas lain. Ia mengaku tidak bisa menaikkan harga makanan dan gorengan yang dijualnya. Untuk itu ia sangat berharap agar harga minyak goreng bisa segera turun atau digelar operasi pasar.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kebiasaan nyemil gorengan kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Lewat konten Budi Gemar Sharing (BGS) di Instagram Reels, ia bilang, satu biji gorengan bisa mengandung 100-150 kalori, tanpa memberi rasa kenyang yang cukup.

"Kelihatannya kecil, tapi kalorinya tinggi banget," ujar Budi dalam video tersebut seperti dikutip pada Kamis (29/1/2026).

Ia mengakui kebiasaan lamanya yang gemar menyantap tempe goreng, bakwan, hingga tahu isi. Masalahnya, kata ia, jarang ada orang yang berhenti di satu biji. Menurutnya, rata-rata orang bisa menghabiskan tiga hingga empat gorengan dalam sekali makan.

"Jika ditotal, konsumsi tersebut setara dengan 300 hingga 450 kalor," kata Budi sambil berada di atas treadmill.

Budi mencontohkan, bagi orang dengan berat badan sekitar 70 kilogram seperti dirinya, kalori itu harus ditebus dengan lari sejauh lima kilometer.

Tak hanya teori, Menkes juga memberi gambaran nyata soal "harga" dari gorengan. Ia menyebut, hanya karena makan satu gorengan di malam hari, dirinya harus berlari di treadmill selama sekitar 25 menit untuk membakar kalori yang masuk.

"Yang suka ngeluh berat badan naik, coba dicek lagi kebiasaan makannya," kata Budi.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar mulai membiasakan pola makan dengan gizi seimbang. Menu harian ideal, menurutnya, harus diisi karbohidrat kompleks, protein yang cukup, serta asupan serat tinggi, bukan sekadar makanan yang digoreng dan cepat mengenyangkan di lidah.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menkes Ungkap Kalori Kerupuk Hampir Setara Satu Piring Nasi


Most Popular
Features