Raksasa Produsen Susu Formula Tarik Massal Produk, Ada Bayi Meninggal

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 14:50 WIB
Foto: Susu formula. (AFP via Getty Images/BRENDAN SMIALOWSKI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang kekhawatiran melanda para orang tua di seluruh dunia setelah sejumlah raksasa produsen susu formula bayi melakukan penarikan produk (recall) besar-besaran sejak awal Januari 2026.

Mengutip laporan Euro News, penarikan tersebut dipicu oleh temuan kontaminasi toksin cereulide, racun berbahaya yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus, yang terdeteksi pada bahan baku minyak tertentu.

Menyusul penarikan global susu formula bayi oleh beberapa perusahaan terbesar di dunia, otoritas Prancis sedang menyelidiki kematian dua bayi yang dilaporkan mengonsumsi susu formula Nestlé yang terkena dampak penarikan tersebut karena adanya kontaminasi cereulide.


Kementerian Kesehatan Prancis mengkonfirmasi kepada Euronews Health bahwa belum ada hubungan sebab-akibat yang terbukti secara ilmiah.

Nestlé mengatakan bahwa mereka terus mengikuti perkembangan dan bekerja sama dengan transparan untuk memberikan informasi apa pun yang dibutuhkan.

Pemerintah Belgia mengkonfirmasi bahwa seorang bayi jatuh sakit pada Januari 2026 setelah mengonsumsi susu formula Nestlé yang terkontaminasi.

"Anak itu muntah dan mengalami diare encer, tetapi untungnya sembuh total setelah sekitar 10 hari. Melalui sampel tinja dari bayi tersebut, kami dapat memastikan bahwa bayi tersebut jatuh sakit karena adanya kontaminasi cereulide dari produk susu Nestlé," kata Joris Moonens, juru bicara Departemen Perawatan seperti mengutip Euro News (27/1).

Lebih lanjut mereka mengonfirmasi bahwa nomor batch produk susu yang menyebabkan bayi di Flanders jatuh sakit adalah bagian dari penarikan kembali susu formula di seluruh Belgia.

Apa itu cereulide dan apa efeknya pada bayi?

Cereulide adalah racun tahan panas yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus yang dapat tumbuh dalam makanan.

Gejala paling umum dari kemungkinan infeksi cereulide adalah muntah dan diare segera setelah mengonsumsi susu antara 30 menit dan tiga jam seperti gejala yang sangat mirip dengan flu perut.

Kapan kontaminasi dimulai?

Kontaminasi dimulai pada awal Desember tahun lalu. Pada 10 Desember, Nestlé Prancis mengumumkan penarikan kembali susu formula bayi yang diproduksi di pabriknya di Nunspeet, Belanda, karena dicurigai terkontaminasi cereulide.

Kontaminasi tersebut telah ditelusuri ke satu pemasok minyak ARA (asam arakidonat) dari China, bahan penting dalam susu formula bayi premium.

Mulai akhir Desember 2025, semua produsen susu formula bayi di seluruh dunia yang menggunakan minyak ARA dari pemasok ini harus melakukan analisis risiko sendiri untuk memastikan keamanan produk jadi mereka, demikian disampaikan Kementerian Pertanian Prancis kepada Euronews Health.

Pada awal Januari 2026, Nestlé memperluas penarikan kembali ke batch susu formula bayi lainnya di 60 negara, yang menjadi salah satu penarikan terbesar yang pernah dilakukan, memengaruhi berbagai merek seperti SMA, Beba, Guigoz, dan Alfamino.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty