7 Bahaya Makan Terlalu Cepat, Termasuk Bikin Berat Badan Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang terbiasa menghabiskan makanan dalam waktu singkat tanpa menyadari bahwa makan terlalu cepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh. Meski terlihat sepele, cara kita makan berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan hingga metabolisme.
Banyak orang menghabiskan satu porsi makanan hanya dalam waktu kurang dari 5 atau 10 menit. Padahal, tubuh kita bukanlah mesin yang bisa memproses bahan bakar secara instan.
Makan terlalu cepat bukan sekadar masalah etika di meja makan, melainkan masalah kesehatan serius yang memengaruhi sistem pencernaan dan penambahan berat badan. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko kondisi seperti diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
Berikut adalah dampak yang terjadi pada tubuh saat Anda makan terlalu cepat mengutip Very Well Health:
1. Sinyal Kenyang Tubuh Terganggu
Makan terlalu cepat dapat mengganggu otak Anda menerima sinyal kenyang dan mengurangi pelepasan ghrelin dan leptin, hormon penting untuk rasa lapar dan kenyang.
Lambung membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberi sinyal ke otak bahwa Anda sudah cukup makan. Jika makan dengan cepat, Anda mungkin makan lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh.
Sebuah studi menemukan bahwa mengunyah setiap suapan 40 kali meningkatkan kadar GLP-1, hormon yang membantu Anda merasa kenyang, dan menurunkan kadar ghrelin atau hormon lapar.
2. Mengalami Masalah Pencernaan
Ketika makan terlalu cepat, Anda mungkin tidak mengunyah makanan dengan benar, yang membuat makanan lebih sulit dicerna lambung dan meningkatkan kemungkinan Anda menelan udara. Makan cepat dapat membuat Anda merasa terlalu kenyang dan menyebabkan mulas, kembung, gas, atau kram.
Seiring waktu, makan terburu-buru dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan risiko peradangan (gastritis), yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan.
3. Mengalami Kenaikan Berat Badan
Makan terlalu cepat seringkali menyebabkan makan berlebihan, yang meningkatkan asupan kalori secara keseluruhan dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Orang yang makan cepat juga cenderung mengonsumsi porsi yang lebih besar dan lebih sering ngemil.
Seiring waktu, faktor-faktor ini dapat membuat menjaga berat badan yang sehat menjadi lebih sulit dan menyebabkan obesitas.
4. Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Orang yang menyelesaikan makan dalam waktu kurang dari 20 menit lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 daripada mereka yang membutuhkan waktu 30 menit atau lebih. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh mengalami kesulitan menggunakan insulin, hormon yang membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel, menyebabkan kadar gula darah tetap terlalu tinggi.
5. Risiko Terhadap Sindrom Metabolik
Sindrom metabolik adalah sekelompok masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, lemak perut, dan kolesterol tinggi, yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan terlalu cepat dua hingga lima kali lebih mungkin mengalami kondisi ini daripada orang yang makan terlalu lambat. Makan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dengan berkontribusi pada penambahan berat badan, lonjakan gula darah, resistensi insulin, dan peradangan.
6. Menyerap Lebih Sedikit Nutrisi
Pencernaan dimulai di mulut Anda, di mana mengunyah memecah makanan dan mencampurnya dengan air liur. Langkah ini membantu penyerapan nutrisi yang tepat di saluran pencernaan Anda.
Ketika Anda makan terlalu cepat, Anda mungkin tidak cukup mengunyah makanan Anda, sehingga lebih sulit bagi tubuh Anda untuk menyerap vitamin, mineral, dan nutrisi dari makanan sepenuhnya.
7. Meningkatkan Risiko Tersedak
Makan terlalu cepat meningkatkan risiko tersedak, terutama jika Anda mengambil gigitan besar, berbicara sambil makan, atau tidak cukup mengunyah. Ini menjadi perhatian yang lebih besar bagi anak-anak kecil dan orang dewasa yang lebih tua, yang mungkin sudah mengalami kesulitan menelan. Mengunyah perlahan dan mengambil gigitan yang lebih kecil dapat membantu mencegah tersedak.
Manfaat Makan Lebih Lambat
1. Pencernaan yang lebih baik: Mengurangi kembung, gas, mulas, dan gastritis.
2. Keseimbangan hormon lapar yang lebih baik: Mengunyah lebih lama meningkatkan GLP-1 (hormon kenyang) dan menurunkan ghrelin (hormon lapar).
3. Kontrol gula darah yang lebih baik: Meluangkan waktu dapat membantu mencegah lonjakan gula darah, mengurangi risiko resistensi insulin, yang menyebabkan gula darah tinggi.
4. Rasa kenyang yang lebih baik dan lebih sedikit camilan: Orang yang makan perlahan tetap kenyang hingga tiga jam dan makan sekitar 25% lebih sedikit camilan setelahnya.
5. Risiko kenaikan berat badan yang lebih rendah: Makan perlahan biasanya berarti Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori, sehingga menurunkan risiko kenaikan berat badan.
6. Makan lebih menyenangkan: Makan lebih lambat memberi Anda waktu untuk menikmati setiap gigitan dan lebih hadir saat makan.
7. Mengurangi risiko tersedak: Mengunyah dengan baik dan mengambil gigitan kecil membantu mencegah tersedak, terutama untuk anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.
8. Sinyal nafsu makan yang lebih kuat: Otak Anda membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mendaftarkan rasa kenyang. Makan lebih lambat membantu Anda menjadi lebih sadar akan sinyal kenyang.
Cara Memperlambat Makan
Cobalah strategi-strategi ini untuk memperlambat makan, makan dengan lebih sadar, dan mendukung kesehatan yang lebih baik:
- Kunyah lebih banyak: Usahakan untuk mengunyah setiap suapan 15 hingga 30 kali untuk membantu tubuh Anda mencerna makanan dan merasa kenyang.
- Minimalkan gangguan: Hindari layar atau melakukan banyak hal sekaligus saat makan. Tetap fokus dapat membantu Anda menikmati makanan dan memperhatikan kapan Anda merasa kenyang.
- Perhatikan isyarat lapar dan kenyang: Nilai rasa lapar Anda sebelum dan selama makan untuk menghindari makan berlebihan.
- Peralatan makan yang lebih kecil: Sendok atau garpu yang lebih kecil dapat membantu Anda mengambil suapan yang lebih kecil dan makan lebih lambat.
- Berhenti sejenak: Letakkan peralatan makan Anda di antara suapan untuk menciptakan jeda alami.
- Perhatikan makanan Anda: Fokus pada rasa, tekstur, aroma, dan penampilan makanan Anda.
- Gunakan pengatur waktu: Usahakan untuk makan setidaknya selama 20 menit.
(hsy/hsy)